Bocah Tenggelam di DAM

Awalnya Mau Main Bola, Adi Malah Ajak Ketiga Temannya Berenang, Buka Baju Lalu Nyebur dan Tenggelam

Awalnya Mau Main Bola, Adi Malah Ajak Ketiga Temannya Berenang, Buka Baju Lalu Nyebur dan Tenggelam

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist/Tribun Bali
Kolase foto proses evakuasi Adi (13) korban tenggelam di Tabanan dan tangis kedua orang tuanya pada 14 Februari 2024. 

TRIBUN-BALI.COM - Bocah berusia 13 tahun, Adiansyah Putra atau yang dikenal sebagai Adi sebelumnya berencana main bola bersama teman-temannya sebelum akhirnya tenggelam.

Adi meninggal dunia akibat tenggelam di DAM Puskopad II, Tukad Demung, sebelah selatan BTN Puskopad 2, Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Bocah SMP Kelas 1 Al Amin itu merupakan warga BTN Griya Mulitjadi, blok 7, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar  Kecamatan Kediri.

Adi dilaporkan tenggelam pada 14 Februari 2024 pagi dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di siang hari.

Korban Adi tenggelam di DAM Puskopad II Tukad Demung Perumahan Sanggulan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

 

Ia diketahui menghilang setelah berenang dengan tiga orang temannya.

Kronologi Tenggelamnya Adi

Menurut seorang saksi, tetangga korban, Wahyudi bahwa korban diketahui tenggelam setelah tiga orang temannya melaporkan kejadian itu ke rumah korban.

Sontak saja, kejadian itu membuat semua panik dan langsung berupaya melakukan pencarian. 

Bahkan, Adi ternyata sempat diminta oleh ibunya supaya tidak keluar rumah.

Baca juga: Lokasi Adi Bocah 13 Tahun yang Tenggelam di Tabanan Jarang Dipakai Warga Berenang Karena Arus Kuat

Namun, Adi tidak menghiraukan dan tetap berenang di DAM Puskopad II itu.

“Sempat tadi ibunya bilang kalau Adi dilarang maen keluar rumah,” katanya Rabu 14 Februari 2024.

Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan, bahwa korban berenang dengan tiga orang temannya.

Ketiganya yakni Nasrul, 15 tahun, Dion 13 Tahun dan Kalvin 13 tahun. 

Awalnya mereka, pada Rabu 14 Februari 2024 berencana main bola.

Namun kemudian korban mengajak temannya mandi ke DAM.

Setiba di DAM, teman korban Nasrul masih ada di pinggir sungai, melihat-lihat situasi sambil duduk.

Kemudian Nasrul, sempat melihat korban membuka baju.

Nasrul pun menanyakan apakah korban bisa berenang.

“Sempat saksi tanya apa bisa renang? Dijawab oleh korban bisa. Kemudian korban sudah lari dan langsung nyebur di TKP,” ucapnya, Rabu 14 Februari 2024.

Baca juga: KRONOLOGI Bocah 13 Tahun Tenggelam di DAM, 3 Teman Laporkan Adi Tenggelam Usai Berenang Bersama

Ketika menceburkan diri itulah, sambungnya, akhirnya korban tenggelam karena tidak dapat berenang.

Dugaan awal bahwa korban tersangkut di area yang terlihat seperti ada kubangan. Dan tersangkut di kubangan tersebut.

“Jam 2 siang tadi, korban telah ditemukan oleh team SAR. Kemudian di bawa ke Masjid Al Muhajirin Sanggulan untuk dimandikan dan siholatkan. Kemudian akan dibawa ke Banyuwangi Jawa Timur,” bebernya. 

Sebelumnya diberitakan, pencarian korban pun dilakukan di sekitaran areal DAM tempat korban tenggelam.

Kemudian, ada penyisiran juga di bebatuan sungai, berjarak lima hingga 10 meter oleh Tim SAR.

Dua orang penyelam, dengan senter air untuk memudahkan pencarian juga sudah digunakan.

Dua orang lainnya berompi oranye juga berada di sungai, dan membantu proses pencarian korban.

Adi akhirnya ditemukan pada pukul 14.00 WITA.

Bocah yang masih duduk di bangku SMP tepatnya di SMP Al Amin itu ditemukan meninggal dunia. 

Baca juga: KRONOLOGI Bocah 13 Tahun Tenggelam di DAM, 3 Teman Laporkan Adi Tenggelam Usai Berenang Bersama

Korban ditemukan sesaat sebelum hujan deras mengguyur kabupaten Tabanan, Bali pada 14 Februari 2024.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, korban ditemukan di areal DAM Puskopad II, Tukad Demung, Perumahan Sanggulan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Korban ditemukan setelah pencarian selama total empat jam.

Informasi di TKP, korban diangkat oleh tiga orang penyelam.

Korban dibopong oleh tiga orang penyelam yang menyisir bagian-bagian dari lokasi DAM.

Usai diangkat ke daratan, korban langsung ditempatkan di kantong jenazah dan langsung dibawa menggunakan ambulans.

Pantauan di lokasi, setelah dibopong dengan jalan menanjak, dan sedikit menurun di areal DAM Puskopad II.

Kemudian, sudah menunggu ambulans di perumahan Puskopad II.

Jenazah Adi selanjutnya dibawa menggunakan ambulans.

Kemudian langsung dibawa ke Masjid Al Muhajirin, di Banjar Sanggulan yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Korban akan dimandikan dan disholatkan, sesuai dengan keyakinannya.

Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sumantara yang sejak awal berada di lokasi ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan korban.

Korban ditemukan oleh tiga orang penyelam yang menyisir, TKP.

Tim Penyelam saat mengangkat jenazah Adi, bocah 13 tahun yang tenggal di  di areal DAM Puskopad II, Tukad Demung, Perumahan Sanggulan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu 14 Februari 2024
Tim Penyelam saat mengangkat jenazah Adi, bocah 13 tahun yang tenggal di di areal DAM Puskopad II, Tukad Demung, Perumahan Sanggulan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu 14 Februari 2024 (Istimewa)

Regu penyelam ini sendiri, adalah tim dari Basarnas Provinsi Bali.

“Tim penyelam tiga dan korban sudah ditemukan,” ucapnya Rabu 14 Februari 2024.

Sumantara menjelaskan, untuk personel yang ikut dalam pencarian sebanyak emapt personel dari Polsek Tabanan, lima orang Samapta, empat Polairud Tabanan, satu personel Polsek Kediri, dua TNI dan 10 orang Basarnas Bali dan BPBD Tabanan.

“Korban dibawa ke Masjid Al Muhajirin,” bebernya. 

Tangis pilu kedua orang tua Adi, Wahyudi dan Istrinya pun pecah di TKP.

Orangtua Adi bocah korban tenggelam itu tidak tertahankan saat berada di atas TKP atau DAM Puskopad II Tukad Demung, Sanggulan Banjar Anyar Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tangis Ibu Korban Tenggelam Pecah Di TKP, dan dipeluk erat oleh suaminya atau bapak dari korban.
Tangis Ibu Korban Tenggelam Pecah Di TKP, dan dipeluk erat oleh suaminya atau bapak dari korban. (TRIBUN-BALI.COM / Made Ardhiangga Ismayana)

Pantauan Tribun Bali, tangis ibu Adi tak tertahankan ketika menginjak TKP.

Ibunya didampingi dua orang rekannya, yang mencoba menenangkannya.

Kemudian, bapak korban juga ditemani oleh temannya dituntun dan menenangkannya.

Namun, kesedihan tidak dapat dibendung oleh keduanya.

Ibu Adi ketika bertemu sang suami pun langsung menangis dan menanyakan kenapa bapak korban tidak menyuruh anaknya pulang.

“Kenapa gak disuruh pulang, pak. Kenapa Adi gak disuruh pulang,” sembari menangis, kemudian suami atau bapak Adi memeluk ibunya.

Di bagian lain, dari informasi yang digali di lapangan, bahwa memang TKP tempat korban tenggelam sudah tidak pernah dipakai renang oleh warga sekitar.

Salah seorang warga, Matius mengatakan, bahwa yang dominan atau banyak ke DAM Psukopad II Tukad Demung, Perumahan Sanggulan Banjar Anyar itu adalah pemancing. 

Cukup jarang digunakan bagi orang yang berenang.

Tim SAR melkaukan pencarian di TKP Bocah 13 Korban tenggelam Tukad Demung tepat di DAM Puskopad II. (TB/ Angga)
Lain halnya, ketika lima tahunan lalu yang mana lokasi tersebut masih bisa digunakan oleh warga untuk berenang.

“Kalau sekarang gak ada si Bli (kakak dalam bahasa Bali). Renang dulu lima tahunan lalu kalau sekarang banyaknya orang mancing,” aku Matius.

Matius menjelaskan, bahwa ketika dahulu, arus tidak sebesar saat ini dan luasan sungai tidak sebesar sekarang.

Sehingga, masyarakat tidak lagi menggunakan Tukad Demung untuk renang.

Apalagi, tidak lama, sepengetahuan dia, bahwa memang ada kejadian orang mancing juga tenggelam.

“Ada dengar-dengar orang motas juga katanya tenggelam. Dulu bisa renang karena dulu tidak selebar ini sungainya. Sekarang lebih besar arus pun kuat,” bebernya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved