Pemilu 2024
Ini Alasan Menko Luhut Gunakan Hak Pilih di TPS 14 Desa Cemagi Badung
Seusai mencoblos, Luhut menunjukkan jari yang telah dicelupkan ke tinta itu kepada awak media.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Turun dari mobil Toyota Alphard hitam plat B 2655 SBN sekira pukul 10.54 WITA, Menko Luhut Binsar Pandjaitan bersama istri tiba di TPS 14 Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali pada Rabu 14 Februari 2024.
Begitu tiba Menko Luhut dan istri langsung dipanggil petugas KPPS untuk melakukan pencoblosan di TPS tersebut.
"Bapak Luhut Pandjaitan dan Ibu Devi Pandjaitan," ucap petugas KPPS.
Seusai dipanggil Luhut dan istri langsung menuju meja pengambilan surat suara lalu ke bilik suara untuk mencoblos kertas Capres dan Cawapres.
Baca juga: Pemilu 2024: Berbaju Hitam dan Berbalut Jeans Biru, Sri Mulyani Nyoblos di TPS 73 Bintaro
Seusai mencoblos keduanya langsung memasukkan surat suara tersebut ke kotak surat suara dan mencelupkan jari tangan ke tinta.
Menko Luhut dan istri pun langsung menunjukkan jari yang telah dicelupkan ke tinta itu kepada awak media.
Awalnya Menko Luhut menunjukkan dua jarinya namun diganti dengan menunjukkan lima jari.
Disinggung kenapa menggunakan hak pilih di Bali, Menko Luhut mengatakan karena adanya rapat persiapan untuk penyelenggaraan World Water Forum (WWF) 2024 pada Mei mendatang.
"Saya pas ada rapat mengenai World Water Forum di Bali besok dan lusa jadi ya sekalian saja," ucap Menko Luhut.
Seusai mencoblos Menko Luhut kembali ke villanya yang berada dekat dari TPS 14 Banjar Pengayehan, Desa Cemagi.(*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.