Sponsored Content
Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani Serangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani Serangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli mengadakan Pasar Tani, Selasa (20/02/2024). Kegiatan yang bekerjasama dengan Bank BPD Bali Cabang Bangli ini, diselenggarakan di Parkir Barat Alun - Alun Bangli.
Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma mengatakan, kegiatan pasar tani ini merupakan yang pertama kali. Di mana pada tahun 2024, kegiatan serupa sudah dijadwalkan sebanyak 24 kali dalam setahun.
Lanjut dia, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya inflasi harga menjelang serangkaian hari raya. Mulai dari Galungan, Kuningan, hingga Nyepi. "Tentu berpotensi terjadi kenaikan harga. Karenanya kami hadirkan pasar tani, sehingga masyarakat mendapatkan harga yang lebih murah. Karena langsung dari produsennya," ucap dia.
Kegiatan pasar tani dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta hingga Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar. Kegiatan ini juga diramaikan oleh para pimpinan OPD serta para ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, serta masyarakat yang tinggal di seputaran Kota Bangli. Para pembeli tampak sangat antusias dengan diadakannya kegiatan Pasar Tani tersebut.
Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar ditemui disela-sela meninjau kegiatan pasar tani mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah menjembatani antara produsen yakni para petani dengan konsumen. Terutama konsumen di sini adalah para ASN yang ada di kabupaten Bangli, agar ikut membantu berbelanja hasil-hasil petani yang dibawa.
Wabup Diar menjelaskan, pelaksanaan pasar tani juga dalam serangkaian menyambut hari raya Galungan. Dari sisi konsumen, kebutuhan mereka untuk hari raya terpenuhi. "Begitupun dari sisi produsen, mereka bisa menjual hasil produksinya untuk membeli kebutuhan pokok lainnya," imbuhnya.
Wabup asal Desa Belantih, Kecamatan Kintamani ini menambahkan, komoditas yang dijual pada pasar tani ini relatif lebih murah. Sebab harga yang ditawarkan pada konsumen merupakan harga di tingkat petani bukan harga pasar.
"Karena kegiatan ini tujuannya untuk membantu petani agar lebih dekat dengan konsumennya. Sehingga diharapkan hasil produksinya terserap dengan maksimal," tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-pasar-tani-di-alun-alun-Bangli-Selasa-2022024.jpg)