TKI Asal Bali Meninggal di Jepang
Jenazah PMI Ida Bagus Subali Akhirnya Tiba di Bali Dengan Dana Donasi dan Fasilitasi Pemerintah
Jenazah PMI Ida Bagus Subali Akhirnya Tiba di Bali Dipulangkan Dari Jepang Dengan Dana Donasi dan Fasilitasi Pemerintah
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Setelah menelan proses yang cukup panjang, jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Bali, Ida Bagus Subali yang meninggal dunia di Jepang akhirnya tiba di tanah kelahirannya.
Jenazah Ida Bagus Subali diterbangkan dari Bandara Narita Jepang ke Bandara I Gusti Ngurah Rai menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 881 yang tiba sekitar pukul 17.45 WITA.
Proses clearance di Cargo International Ngurah Rai didampingi oleh BP3MI (Balai Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) Bali, Dinas Ketenagakerjaan Kota Denpasar, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jembrana, Polres Ngurah Rai beserta keluarga almarhum.
Kepala BP3MI (Balai Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) Provinsi Bali Anak Agung Gde Indra Hardiawan menyampaikan bahwa pemulangan jenazah berkat kerja sama dan koordinasi berbagai pihak dari keluarga, lembaga, KBRI Tokyo, Kemenlu, BP2MI, BP3MI, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.
Jenazah dipulangkan dengan biaya swadaya masyarakat Bali, perkumpulan WNI di Jepang, setelah pihak keluarga open donasi, karena tidak sedikit biaya yang diperlukan untuk administrasi kepengurusan jenazah di luar negeri yang mencapai puluhan juta rupiah.
Donasi tersebut diinisiasi oleh Puskor Hindunesia untuk menggalang donasi atau penggalangan punia agar meringankan beban keluarga di mana almarhum meninggalkan istri dan 3 orang anak.
Sebab, almarhum tidak terdata sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) jalur pemerintah, sehingga tidak terkaver asuransi hingga bPJS Ketenagakerjaan, akan tetapi di sini, pemerintah tidak lepas tanggung jawab, dan membantu memfasilitasi segala kepengurusan dokumen almarhum.
"Biaya kepulangan pure melalui dukungan donasi swadaya, kami di sini artinya perwakilan kami dan Pemda diawal sudah saling koordinasi fasilitasi apa yang nantinya dapat diberikan kepada keluarga," kata Agung melalui sambungan telepon kepada Tribun Bali.
"Ada dari beberapa kabupaten dan kota di Bali memberikan santunan salah satunya Pemkot Denpasar, BP3MI juga membantu clearance mengeluarkan jenazah di bandara, itu juga ada administrasinya, serta santunan. BP3MI Bali mendampingi almarhum ke kampung halaman, untuk selanjutnya dilakukan proses serah terima kepada keluarga didampingi Pemda dan Pemdes," bebernya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Proses Pemulangan Panjang, Layon Ida Bagus Subali Akhirnya Tiba di Bali
Hasil dari donasi dan santunan tersebut nantinya juga dimanfaatkan untuk prosesi upacara - upacara almarhum Ida Bagus Subali yang memerlukan biaya tidak sedikit.
"Yang di Jepang sudah clare, perwakilan di sana membantu mengurus dokumen, administrasi, termasuk di rumah sakitnya," tuturnya.
Almarhum Ida Bagus Subali meninggal dunia di Jepang pada 22 Januari 2024. Agung menjelaskan bahwa pemulangan jenazah dari luar negeri memang membutuhkan waktu dan biaya.
Di mana artinya, proses pemulangan PMI asal Jembrana ini sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah baik melalui BP3MI, Kementerian Luar Negeri hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setelah pihak keluarga menjalin komunikasi beberapa hari yang lalu setelah meninggalnya Ida Bagus Subali.
"BP3MI melakukan tracing data tidak tercatat di pemerintah, almarhum ke Jepang menggunakan dokumen visit atau kunjungan. jadi memang secara dokumen dan pendukung lainnya tidak terkaver asuransi BPJS Ketenagakerjaan khusus Pekerja Migran," jelasnya.
"Itu sebenarnya salah satu kavering yang dapat dimanfaatkan warga negara kita jika tercatat, namun BP3MI, BP2MI tetap membantu koordinasi dengan instansi terkait baik itu Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Pusat, keluarga juga menyatakan kurang mampu," imbuh Agung.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.