PDIP Ungkap Rencana Pertemuan Megawati dan Jusuf Kalla, Bahas Kondisi Demokrasi Indonesia

PDIP Ungkap Rencana Pertemuan Megawati dan Jusuf Kalla, Bahas Kondisi Demokrasi Indonesia

YouTube PDI Perjuangan
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam HUT ke-51 PDIP yang digelar di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta pada Kamis (10/1/2024). Megawati mengungkapkan saat ini hukum sudah dipermainkan dan kekuasaan telah dijalankan dengan seenaknya sendiri. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pasca Pilpres 2024, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla alias JK bakal bertemu.

Pertemuan Megawati dan JK itu untuk membahas mengenai kondisi demokrasi di Indonesia.

Demikian disampaikan Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus.

Baca juga: Hasil koordinasi Nyoman Parta dengan Pertamina, Kuota Gas Elpiji 3 Kg Bertambah 250 Ribu Tabung

Deddy mengatakan, saat ini kualitas demokrasi di Indonesia mengalami kemerosotan akibat cawe-cawe kekuasaan.

"Ya pasti (Megawati dan JK) bicara apa yang sekarang jadi paling urgent kan, tentang merosotnya kualitas demokrasi kita akibat cawe-cawe kekuasaan," kata Deddy kepada Tribunnews.com, Kamis (22/2/2024).

Karenanya, Deddy meyakini Megawati dan JK sedang berupaya untuk mengembalikan marwah institusi negara.

Baca juga: Literasi dan Inklusi Keuangan Penting Bagi Masyarakat, OJK Tetapkan Sasaran Prioritas di Tahun 2024

"Dan (bicara) bagaimana mengembalikan marwah institusi negara yang porak-poranda karena berbagai penggunaan kekuasaan yang ugal-ugalan," ujarnya.

Menurutnya, tak hanya JK yang ingin bertemu dengan presiden ke-5 itu, melainkan beberapa tokoh lain juga.

"Saya kira tidak hanya Pak JK. Saya kira banyak tokoh juga yang pengen ngobrol lah tentang situasi Indonesia hari ini," ucap Deddy.

"Tapi siapa saja dan waktunya, saya enggak ngerti karena saya lagi ngurusin suara di kecamatan di dapil (daerah pemilihan)," ungkapnya menambahkan.

Hanya saja, Deddy menuturkan, dirinya tidak mengetahui secara detail mengenai kapan pertemuan itu akan digelar.

"Saya dengar begitu (Megawati bertemu JK), tapi pastinya enggak tahu," imbuhnya.

Sebagimana diketahui, Megawati dan JK berbeda pilihan dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Megawati mendukung pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo - Mahfud MD, bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Perindo.

Sementara JK mendukung pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar. Duet pasangan ini didukung Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

 

Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Megawati-JK Bakal Bertemu, PDIP: Bicara Merosotnya Demokrasi Akibat Cawe-cawe Kekuasaan 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved