Berita Bangli

Belasan Dokter Hewan Bangli Mulai Periksa Kesehatan Babi

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli mulai melakukan pemeriksaan babi di sejumlah titik.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma (1) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli mulai melakukan pemeriksaan babi di sejumlah titik. Pemeriksaan ini melibatkan belasan tenaga kesehatan


Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, pemeriksaan kesehatan pada babi jelang hari raya Galungan dimulai pada hari Minggu (25/2/2024). Pemeriksaan babi melibatkan dokter hewan sebanyak 17 orang. 


"Pemeriksaannya secara sampling, dibagi ke empat kecamatan sesuai wilayahnya masing-masing. Diawali dengan proses antemortem untuk memeriksa kesehatan babi saat masih hidup selama dua hari," jelasnya, Minggu (25/2/2024). 


Selanjutnya pada hari Selasa (27/2/2024) saat penambahan Galungan, dilakukan pemeriksaan postmortem setelah babi disembelih. Pemeriksaannya meliputi daging dan organ dalam. Yakni hati, jantung, paru-paru, limfa, ginjal.


Alasan pemeriksaan kesehatan babi dilakukan pada H-3 Galungan, kata Sarma, karena pihaknya perlu mendata lebih dulu berapa banyak ternak yang akan disembelih. 


Sesuai data, yang dihimpun, imbuhnya, dengan jumlah 74.899 KK beragama Hindu, kebutuhan daging babi pada hari raya Galungan diperkirakan mencapai 525 ton. Sedangkan ketersediaan daging babi di Bangli sebanyak 1.395 ton.


"Jumlah ini tersebar di empat kecamatan. Dengan jumlah tersebut, bisa dikatakan ketersediaan babi di Bangli jelang hari raya Galungan masih aman. Terlebih Bangli masuk sebagai salah satu daerah penghasil babi. Populasi Babi di Bangli sebanyak 85 ribu ekor. Hanya saja saat ini memang harganya cukup mahal," ucapnya. 


Seperti diberikan sebelumnya, Ketua Gupbi Bangli Sang Putu Adil mengatakan, harga babi jelang hari raya Galungan berada di kisaran Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per kilo. Harga tersebut sejatinya mengalami penurunan sejak beberapa pekan lalu. Kendati demikian harga saat ini lebih baik ketimbang akhir tahun 2023. 


"Beberapa pekan lalu sempat menyentuh harga Rp 40 ribu per kilo. Tentu walaupun harganya cenderung turun, namun bisa dibilang lebih baik. Sebab pad Desember tahun 2023 lalu, harga babi di kisaran Rp 30 ribu per kilo," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved