Kalender Bali

Apa Itu Penampahan Galungan, Ini Penjelasannya Menurut Lontar Sundarigama

Hari ini, Selasa 27 Februari 2024 merupakan hari Penampahan Galungan.  Penampahan ini jatuh sehari sebelum Galungan yaitu Anggara Wage wuku Dunggulan.

TRIBUN BALI / I Kadek Supriadi
Lawar - Apa Itu Penampahan Galungan, Ini Penjelasannya Menurut Lontar Sundarigama 

Apa Itu Penampahan Galungan, Ini Penjelasannya Menurut Lontar Sundarigama


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Selasa 27 Februari 2024 merupakan hari Penampahan Galungan

Penampahan ini jatuh sehari sebelum Galungan yaitu, Anggara Wage wuku Dunggulan.

Penjelasan tentang Penampahan Galungan terdapat dalam Lontar Sundarigama berikut.

Anggara, wage penampaan, irika penadah ire sang buta Galungan, marmaning sinanggerahe dening para kerti, ring desa-desa ane buta nyadnya, aneng catus pataning desa, sarupaning yadnya wenang kunang sakuweh nikang sanjata peperangan kabeh jaye-jaye kene samane ika, nguniyeh. 

Ikang wang kabeh perascitanen, muang jaya-jaya dening sang pandita, meke perako peretameng perang, ane perecaruning sakuwu-kuwu kunang, sege warna telu, sinasah, tandingania anut urip, purwa putih lima, daksina bang siya utara selem papat, iwaknia olahan bawi, saha tabuh, sege agung abesik, genahing caru ring natah umah, muang ring sanggar, dengen, sambat sang buta galungan ikang laki-laki abiya kala aperayascita, ayabin sesayut mengerepaken mantra pergolan, saha busananing paperangan, ngaran patitising nyane, ngaran patitising adnyana galang apadang, palane kosa ring perang.

Baca juga: Jelang Galungan BBPOM Denpasar Temukan Produk Kedaluwarsa Dan Komoditi Mengandung Formalin

Adapun artinya:

Anggara Wage (Dunggulan), disebut hari Penampahan

Pada hari itulah waktunya Sang Bhuta Galungan nadah (makan), sehingga pada saat itu patutlah dilaksanakan upacara Bhuta Yadnya di setiap desa, dengan korban caru kepada para Bhuta, bertempat di perempatan desa.

Persembahan yang diberikan kepada Bhuta, bentuknya bermacam-macam, yakni dari bentuk yang sederhana, sedang, dan besar dan dipuput oleh Sulinggih.

Baca juga: Jelang Galungan, Harga Babi Malah Turun di Bali

Semua orang juga patut melakukan pebersihan pada saat ini.

Selain itu, di masing-masing pekarangan rumah juga dipersembahkan segehan warna 3, dengan tandingan menurut urip, yakni timur warna putih 5, selatan warna merah 4 dan utara warna hitam 9 dengan lauk olahan babi, tetabuhan, disertai segehan agung satu. 

Caru ini dilakukan di natah pekarangan rumah, di sanggah, dengan mengayat Sang Bhuta Galungan

Anggota keluarga juga patut ngayab banten pabyakala, prayascita, dan sesayut, untuk mendapat kesuksesan dalam perjuangan hidup, sekala niskala (lahir-batin).

Selain itu pada penampahan Galungan ini juga dibuat penjor sebagai pralambang Bhatara Mahadewa yang berstana di Gunung Agung. (*)
 

 

 

Artikel lainnya di Hari Raya Galungan

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved