Ogoh Ogoh di Bali
Saat Pengerupukan, 708 Ogoh-Ogoh Akan Diarak di Tabanan
Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946, berbagai acara digelar di Tabanan. Salah satunya ialah pengarakan ogoh-ogoh.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946, berbagai acara digelar di Tabanan. Salah satunya ialah pengarakan ogoh-ogoh.
Sebelum Galungan, ada pengarakan ogoh-ogoh yang dilakukan di Taman kota Tabanan. Dan menjad serangkaian penyambutan Nyepi yang dilombakan.
Selepas itu, nantinya akan ada pengarakan kembali.
Tepatnya, pada saat malam pengerupukan.
Bahkan jumlahnya mencapai 708 buah. Itu total dari 10 kecamatan atau di 817 desa adat di Kabupaten Tabanan.
Dengan banyaknya ogoh-ogoh yang diarak, dan berbarengan dengan tarawih menjelang bulan Suci Ramadan.
Maka penjagaan pun dilaksankan oleh Polres Tabanan.
Akan ada sebanyak 572 personel yang diterjunkan pada saat malam pengerupukan dan tarawih tersebut.
“Ya pada saat malam pengerupukan dan tarawihenyambur bulan suci Umat Muslim, kami terjunkan pengamanan. Sebanyak 572 personel,” ucap Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada, Jumat 1 Maret 2024.
Baca juga: Satgas Pangan Bergerak, Polda Bali Imbau Masyarakat Tak Panik Soal Harga Beras
Sukanada menjelaskan, bahwa pengamanan juga bersinergi dengan TNI.
Bahkan, juga akan melibatkan pecalang yang ada di masing-masing wilayah. Hanya saja, tidak ada pengamanan khusus dalam satu tempat.
“Dari maping kami atau studi kasus pemetaan intelejen disebut masih aman. Justru yang menjadi atensi adalah kerawanan macet lalulintas. Kita sudah atensi dan berkoordinasi dengan Lantas titik personil yang ditugaskan dalam pengaturan lalulintas," bebernya.
Ia menambahkan, bahwa 708 ogoh-ogoh itu tersebar di seluruh kecamatan.
Sehingga 572 personel itu akan tersebar di 10 kecamatan.
Pihaknya memastikan akan sigap dalam pengamaman.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.