Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Beri Sinyal Kenaikan Komoditi Dasar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Beri Sinyal Kenaikan Komoditi Dasar
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peningkatan permintaan canang sari berpotensi mendorong kenaikan harga.
Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, perkembangan harga Provinsi Bali pada Februari 2024 tercatat inflasi sebesar 0,61 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm) dan lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 0,37% (mtm).
Secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 2,98% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,75% (yoy), namun masih dalam rentang sasaran inflasi 2024 sebesar 2,5±1 %.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 3 Maret 2024, Kesetiaan Libra Diuji, Pasangan Aries Selingkuh?
Secara spasial, Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,65% (mtm) atau 2,72% (yoy), kemudian Badung mengalami inflasi sebesar 0,58% (mtm) atau 2,90% (yoy), Singaraja mengalami inflasi sebesar 0,51% (mtm) atau 3,02% (yoy), dan Tabanan mengalami inflasi sebesar 0,68% (mtm) atau 3,87% (yoy).
Berdasarkan komoditasnya, inflasi terutama bersumber dari kenaikan harga beras, tomat, cabai merah, daging ayam ras, dan daging babi.
Baca juga: SAH! Tersedia 45 Kursi DPRD Kota Denpasar Tahun 2024, Ini Daftar Anggota Periode 2019-2024
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja mengatakan selain kenaikan harga beras yang terjadi hampir di seluruh provinsi, secara historis selama lima tahun terakhir, komoditas cabai merah dan daging ayam ras cenderung mengalami kenaikan harga menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.
“Sementara itu, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga bawang merah dan cabai rawit,” ungkapnya.
Pada Maret 2024, risiko yang perlu diwaspadai antara lain ketersediaan pasokan yang cukup untuk bahan pangan dan bahan bakar (BBM dan gas LPG) di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya.
Selanjutnya, terdapat kenaikan harga bawang putih di China yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga bawang putih di tingkat konsumen.
Selain itu, masih terbatasnya produksi padi pada Maret 2024 berpotensi menyebabkan berlanjutnya tekanan kenaikan harga beras di Bali.(*)
| Diversifikasi Pertanian Jadi Strategi BI Agar Ekonomi Bali Terjaga Ditengah Konflik Geopolitik |
|
|---|
| Berat, BI Perkirakan Ekonomi Bali Tertekan 0,05 Persen, Sekda Sebut Dampak Konflik di Timur Tengah |
|
|---|
| KENCANGKAN Ikat Pinggang, Tantangan Ekonomi Bali Sangat Berat, Sekda: Dampak Konflik di Timur Tengah |
|
|---|
| IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Ini Sebabnya! |
|
|---|
| Pemuda Tani Bali Dukung Penghentian Impor Daging Babi, Dorong Peternak Lokal Lebih Berdaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Waspada-Pada-Maret-2024-BBM-dan-Gas-LPG-Langka-Akibat-Permintaan.jpg)