Dharmayatra ke Ayodhya Temple India, Ketut Suardana Kisahkan Perjalanan Spritualnya
Dharmayatra ke Ayodhya Temple India, Ketut Suardana Kisahkan Perjalanan Spritualnya
Gara-gara Taj Mahal dan Candi Ayodhya,
Ketut Suardana Berpisah dengan Istri dan Anak
Saat berada di Delhi, waktu Ketut Suardana bersama istri dan sang anak sangat singkat. Sehingga di Delhi mereka harus menentukan pilihan, mau pergi kemana?
Mengingat lokasi yang mau dikunjungi letaknya berjauhan, sehingga harus menentukan pilihan, siapa yang mau pergi ke Agra (Taj Mahal) dan Vrindavan, dan siapa yang mau pergi ke Ayodhya.
Akhirnya Istri dan anak saya serta temen lain pilih pergi ke Agra dan Vrindavan. Pilihan saya sendiri pergi ke Ayodhya, memang sebagai tujuan utama saya pergi ke India kali ini.
Perjalanan ke Ayodhya saya ditemani oleh sahabat lama darı Delhi, kami berdua naik pesawat untuk menghemat waktu. Perjalanan darı Delhi-Ayodhya bisa juga ditempuh melalui darat, tapi butuh waktu 7 jam, dengan naik pesawat hanya 55 menit.
Ayodhya Ram Temple, secara resmi dibuka oleh PM Modi pada 22 Januari 2024. Ayodhya awalnya adalah sebuah kota kecil dan tidak begitu ramai, berada di negara bagian Uttar Pradesh.
Tetapi semenjak Ram Temple ini diresmikan oleh Modi, kota ini mendadak menjadi sangat ramai, akibatnya kota yang dulunya sepi kini mengalami kemacetan disana-sini.
Walaupun sudah disediakan parkir yang sangat luas, akibat Darin pintu keluar masuk kota Ayodhya volume kendaraan begitu tinggi, kemacetan terjadi.
Rest Area yang sangat luas sudah disediakan oleh Pemerintah untuk bisa dipakai istirahat dan memasak bagi para pilgrims yang datang dari jauh, makanan gratispun ada juga tersedia.
Kota Ayodhya betul-betul dibanjiri oleh pemeluk Hindu untuk Dharmayatra, baik oleh masyarakat India sendiri yang datang dari berbagai panjuru negara bagian India, juga pemeluk Hindu dan Penggiat Spiritual dari berbagai negara.
Kedatangan philgrim ke Ayodhya dengan sarana transportasi, seperti; Kereta api, Bus, Truck, kendaraan pribadi mobil atau sepeda motor serta Bajaj berseliweran. Bunyi klakson yang bersaut-sautan, kadangkala sangat mengganggu telinga dan lucunya lagi di kendaraannya tertulis “Blow Your Horn Please”.
Pesawat udarapun bertambah ramai di langit Ayodhya, pesawat darı berbagai Maskapai penerbangan domestik datang dan pergi dari Ayodhya International Airport.
Ramainya orang melakukan Dharmayatra ke Ayodhya, tiket pesawat menjadi masalah, kami, harus balik ke Delhi hari itu juga. Terpaksa kami harus cari alternatif untuk balik ke Delhi via Locknow dan kami booking ticket dapat jam 3 pagi.
Sebenarnya bisa saja kami balik ke Delhi melalui darat, tetapi saya pilih ke Locknow, karena ingin tahu juga seperti apa kota ini, kota yang dikenal sebagai kota textile.
Cicipi Manisan Kesukaan Shri Dewa Krishna
| NYAWA SA Tak Tertolong, Remaja Asal India Ditemukan Tewas di Kedalaman 2 Meter Sebuah Kolam Renang! |
|
|---|
| TRAGIS, Hendak Ikuti Turnamen, Pesepakbola Remaja Klub India Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel! |
|
|---|
| Bupati Badung Beri Dukungan bagi Putri Indonesia Bali 2026 Victoria Veronica Titisari Kosasieputri |
|
|---|
| Bupati Badung Adi Arnawa Beri Dukungan Putri Indonesia Bali 2026 |
|
|---|
| Menandai Datangnya Musim Semi, Perayaan Holi Digelar Meriah di Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dharmayatra-ke-Ayodhya-Temple-India-Ketut-Suardana-Kisahkan-Perjalanan-Spritualnya.jpg)