Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kalender Bali

Hari Raya Nyepi dalam Hindu Bali, Simak Sejarah, Rangkaian Hingga Doa yang Sebaiknya Dipanjatkan

Hari Raya Nyepi dalam Hindu Bali, Simak Sejarah, Rangkaian Hingga Doa yang Sebaiknya Dipanjatkan

Tayang:
dok. Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi Nyepi di Bali - Hari Raya Nyepi dalam Hindu Bali, Simak Sejarah, Rangkaian Hingga Doa yang Sebaiknya Dipanjatkan 

Menurut masyarakat Hindu di Bali, Geni adalah Api.

Amati geni adalah larangan pada saat Nyepi untuk menyalakan api, dan menyalakan lampu, sebab api melambangkan kegelapan, kemarahan, iri hati dan segala pikiran buruk manusia.

2. Amati Karya

Menurut masyarakat Hindu di Bali Amati karya adalah tidak bekerja.

Maka dari itu pada saat hari raya Nyepi masyarakat Hindu di Bali tidak boleh untuk melakukan pekerjaan baik dalam rumah ataupun luar rumah.

3. Amati Lelungan

Menurut umat Hindu di Bali lelungan artinya ‘’pergi’’.

Amati lelungan artinya tidak bepergian pada saat hari raya Nyepi baik bepergian untuk bekerja atau kemana pun karena pada saat hari raya Nyepi umat Hindu wajib untuk berdiam diri dirumah saja

4. Amati Lelanguan

Menurut umat Hindu lelanguan berarti ‘’ senang-senang’’.

Pada saat hari raya Nyepi khusunya umat Hindu yang ada diBali tidak boleh bersenang-senang.

Dalam artian tidak boleh menyentuh alkohol serta tidak boleh berjudi pada saat Hari Raya Nyepi.

Karena pada saat hari raya Nyepi umat Hindu harus mampu menjalankan dari catur bratha penyepian.

Kumpulan doa–doa saat Hari Raya Nyepi

1. Doa Memohon Bimbingan dari Tuhan

Om Asato Ma Sadyamaya. Tamaso Ma Jyotir Gamaya. Mrtyor Ma Amrtam Gamaya. Om Agne Brahma Grbhniswa. Dharunama Syanta Riksam Drdvamha. Brahmawanitwa Ksatrawani Sajata. Wahyu Dadhami Bhratrwyasya Wadhyaya.

Artinya:

Om Tuhan Yang Maha Suci, bimbinglah hamba dari yang tidak benar menuju yang benar.

Bimbinglah hamba dari kegelapan menuju cahaya pengetahuan yang terang. Lepaskanlah hamba dari kematian menuju kehidupan yang abadi.

Tuhan yang maha suci, terimalah pujian yang hamba persembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rohani hamba agar hamba dapat menghancurkan musuh yang ada pada hamba (Nafsu).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved