Pria Tewas di Puncak Gunung Agung

Desa Adat Besakih Akan Gelar Pembersihan Pasca Temuan Jenazah di Puncak Gunung Agung Bali

Desa Adat Besakih Akan Gelar Pembersihan Pasca Temuan Jenazah di Puncak Gunung Agung Bali

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Saiful Rohim
Prajuru adat dan pemangku di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali gelar paruman, pada Rabu 13 Maret 2024 siang hari. Rapat juga membahas persiapan upacara yang digelar pasca penemuan jenazah di atas Gunung Agung. 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang akan menggelar pecaruan serta prayascita pasca ditemukan jenazah di Puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali, pada Selasa 12 Maret 2023 sore.

Upacara rencana digelar 2 atau 3 hari usai petugas mengevakuasi jenazah ke bawah, dan dilaksanakan di Pengubengan, Desa Besakih, Karangasem, Bali.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengaku, penemuan jenazah di Puncak Gunung sudah dirapatkan bersama prajuru di Besakih.

Hasilnya, adat rencana melaksanakan pecaruan dan prayascita untuk membersihkan lokasi di Kawasan area Pura Agung Besakih sebelum dilaksanakannya  Ida  Bhatara Turun  Kabeh.

"Upacara pembersihan rencana dilaksanakan 2 atau 3 hari pasca evakuasi. Lokasi rencana disentralkan di Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Semoga upacara pembersihan jalan lancar, tidak ada hambatan," harap Jro Mangku, sapaan akrab.

Pihaknya meminta untuk wisatawan domestik dan mancanegara tidak melakukan pendakian selama dilakukan karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

"3 hari sebelum nedunang Ida Bhatara jalur pendakian harus steril. Tidak boleh ada pendakian.  Wisatawan harus menghormati karena adanya upacara," imbuh Jro Mangku Widiarta.

 

Aktivitas pendakian ke Gunung Agung, Rendang Kabupaten Karangasem ditutup sementara selama 29 hari, terhitung  mulai dari 17 Maret sampai 14 April 2024.

Mengingat dilaksanakannya Tawur Tabuh Gentuh serta Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Penataran Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bukan WNA, Ini Identitas Pria Tewas di Puncak Gunung Agung, Asal Yogyakarta

Penutupan pendakian dilakukan untuk memperlancar upacara dari awal hingga akhir.

Yang terpenting untuk menjaga kesucian Pura Besakih.

"Penutupan sudah kesepakatan bersama. Oleh karena itu saya menghimbau warga agar tak lakukan pendakian selama karya. Warga harus menghormati," ungkap Jro Mangku Widiarta.

Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh sudah memberitahu ke guide untuk menunda pendakian jika ada wisatawan yang hendak mendaki.

Pihaknya meminta kepada pemandu untuk ikut menjaga jalur pendakian ke puncak gunung.

Seandainya ada wisatawan mendaki untuk diberitahu supaya tidak melakukan pendakian hingga puncak

Untuk diketahui, ada lima  jalur pendakian ke puncak Gunung Agung.

Pertama Jalur Pengubengan, Desa Besakih.

Kedua Jalur Temukus, Banjar Temukus, Desa Besakih.

Sedangkan ketiga Jalur Pura Pasar Agung, Sebudi, Kecamatan Selat.

Dan keempat Jalur Sibetan, Kecamatan Bebandem.

Terakhir Jalur Pempatan, Kecamatan Rendang.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved