Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

OJK Catat Penyaluran Kredit BPR di Bali Bertumbuh

ketahanan permodalan BPR juga masih cukup terjaga, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada di atas threshold

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Aloisius H Manggol
TB/ Valen
Kepala OJK Bali, Kristrianti Puji Rahayu saat ditemui di Gianyar Bali mengatakan pertumbuhan kredit investasi menggambarkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Bali. 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertumbuhan kredit di Provinsi Bali terus meningkat. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat kinerja pertumbuhan total aset BPR/S secara year on year (yoy) pada ketiga provinsi (Bali, NTB dan NTT) mencatatkan pertumbuhan. Untuk pertumbuhan BPR/S di Bali sebesar 7,29 persen.

Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu saat dimintai keterangan pada Rabu (13/3/2024) menerangkan, pertumbuhan penyaluran kredit di Bali sebesar 4,88 persen.

Baca juga: PROMO KJSM Hypermart Besok 14 Maret 2024 IRIT Jelang Weekend: Molto Rp9.890 Tisu Rp14.900 Dapat 2

Secara umum, ketahanan permodalan BPR juga masih cukup terjaga, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada di atas threshold, di mana per posisi 31 Desember 2023, CAR tercatat 31,96 persen di Bali.

Puji pun menilai peningkatan penyaluran kredit di Provinsi Bali selaras dengan meningkatnya aktivitas pariwisata serta sektor pendukung pariwisata seperti sektor pertanian yang pada akhirnya berpengaruh positif pada kinerja BPR/S di Provinsi Bali.

Karenanya OJK Provinsi Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendorong penguatan kinerja Bank Perekonomian Rakyat melalui peningkatan kompetensi dalam penyajian laporan keuangan yang akuntabel sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Baca juga: Batal Digelar 2024, Pilkel Serentak di Klungkung Belum Ada Kepastian

“Penguatan permodalan pun perlu terus didorong. Hal ini sejalan dengan ketentuan OJK yang mewajibkan BPR untuk memenuhi kewajiban modal inti minimum sebesar Rp6 miliar pada akhir tahun 2024. Penguatan permodalan BPR dimaksud dapat dilakukan melalui penyetoran modal maupun aksi korporasi seperti merger, akuisisi dan konsolidasi,” kata Kristrianti.

Sebelumnya OJK juga mendorong perbankan di Bali untuk fokus dalam penyaluran pembiayaan atau kredit kepada petani dan peternak yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah di Bali.

OJK bersama Pemprov Bali telah menetapkan program kerja tahun 2024 yaitu penyaluran Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) pertanian dan peternakan sesuai dengan komoditas unggulan masing-masing daerah. 

Melalui K/PSP harapannya dapat menjadi program value chain financing untuk sektor pertanian yang berbasis ekosistem serta mengurangi disparitas penyaluran kredit dan pembiayaan pada sektor tertentu sehingga dapat meningkatkan penyaluran kredit/pembiayaan pada sektor pertanian untuk mendukung komoditas unggulan daerah.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved