Berita Bali
Teguran Koster ke Dewa Jack Viral, Gerindra dan PSI Pertanyakan Kapasitas
Fraksi Gerindra dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Bali menyoroti pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang viral di media sosial
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Fraksi Gerindra dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Bali menyoroti pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang viral di media sosial terkait tegurannya kepada Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya soal pembangunan lahan pengelolaan sampah organik di Klungkung senilai Rp400 miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa pada Rapat Paripurna ke-33 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025/2026 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Selasa 14 April 2026.
Harja mengatakan dalam pemandangan umum fraksi terkait adanya perbedaan pernyataan antara Ketua DPRD Bali dan Gubernur Bali mengenai pengelolaan sampah organik.
Baca juga: Koster Bantah TPST Denpasar Overload, Sebut Pemkot Telah Siapkan Tempat
Menurutnya, perbedaan tersebut tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi berlanjut dengan lontaran Gubernur Bali yang memberikan teguran kepada Ketua DPRD Bali saat diwawancarai media, sehingga terpublikasi luas di media sosial.
Hal tersebut memicu pertanyaan publik.
Fraksi Gerindra-PSI mempertanyakan kapasitas teguran tersebut.
"Apakah teguran itu disampaikan dalam kapasitas sebagai pimpinan partai kepada kadernya? Atau dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan daerah?" tanya Harja.
Baca juga: Macet Idul Fitri, Koster Usul Bangun Pelabuhan Angkutan Logistik di Buleleng Hingga Klungkung
Ia juga menegaskan, apakah dalam konteks pemerintahan daerah, Gubernur dan DPRD Bali merupakan penyelenggara pemerintahan dengan kedudukan setara serta memiliki hubungan kerja kemitraan yang berlandaskan prinsip checks and balances?
Karena itu, menurutnya, sulit menemukan dasar hukum yang memberikan kewenangan kepada Gubernur untuk menegur Ketua DPRD.
“Bukankah jarak Kantor Gubernur dan DPRD tidak terlalu jauh? Jika ada kekeliruan dalam penyampaian pernyataan, bukankah hal tersebut bisa dikomunikasikan dan dikoordinasikan? Memang, kata koordinasi mudah diucapkan, tetapi sering kali dilupakan dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster saat dikonfirmasi usai sidang paripurna menyatakan bahwa hubungannya dengan Ketua DPRD Dewa Made Mahayadnya tetap baik.
Baca juga: Gubernur Koster Siapkan 5 Hektare untuk Pengolahan Kompos di Klungkung Bali: Bakal Jadi Pupuk
Ia menyebut teguran tersebut disampaikan dalam kapasitas sesama kader partai.
Diketahui, Wayan Koster merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, sementara Dewa Made Mahayadnya menjabat sebagai Bendahara DPD PDIP Bali.
"Hubungannya baik-baik saja. Kan itu kader," ungkap Koster singkat.
Dewa Jack Tidak Hadir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-Fraksi-Gerindra-PSI-DPRD-Bali-Gede-Harja-Astawa-pada-Rapat-Paripurna.jpg)