Bule Tertimpa Longsor di Bali

Cuaca Ekstrem di Bali: 2 Bule Tewas Tertimbun Longsor di Tabanan, Nyoman Meninggal Tertimpa Pohon

Cuaca ekstrem di Bali belakangan ini memang patut diwaspadai, selain terjadinya hujan lebat disertai tiupan angin kencang, potensi ancaman bencana

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Evakuasi jenazah WNA yang tertimpa longsor di Jatiluwih - BREAKING NEWS: Sepasang Bule Tewas Tertimpa Longsor di Jatiluwih, Jenazah Dibawa ke RS Prof Ngurah 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Cuaca ekstrem di Bali belakangan ini memang patut diwaspadai, selain terjadinya hujan lebat disertai tiupan angin kencang, potensi ancaman bencana tanah longsor pun menghantui.

Baru-baru ini, pasangan Warga Negara Asing (WNA) dilaporkan menjadi korban tewas setelah tertimbun tanah longsor di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Kamis, 14 Maret 2024.

Dihimpun Tribun Bali, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, berserta unsur kepolisian telah mengirimkan tim penyelamat dan melakukan upaya evakuasi kepada dua korban nahas tersebut.

Baca juga: Cuaca Buruk Bali: Pohon Pinus di Kuburan Banjar Kiadan Tumbang Renggut Nyawa Nyoman Sumarta

Belum diketahui pasti identitas dua bule tertimbun longsor di Tabanan tersebut, hanya saja kedua korban disebutkan adalah seorang pria dan perempuan dewasa.

Dua jenazah bule tersebut pun telah dievakuasi ke rumah sakit.

Sementara itu, dihubungi terpisah Kepala BPBD Tabanan, Nyoman Srinada Giri membenarkan peristiwa dua WNA tertimbun longsor di villa.

 “Ya benar laki-laki dan perempuan. WNA. Identitasnya belum diketahui,” katanya.

Sebagai informasi, peristiwa longsor yang menewaskan dua bule tertimbun longsor terjadi di Villa Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali.

 “Ya jenazah sudah dibawa ke RS Sanglah,” ujarnya.

Baca juga: Viral Bali: Pertikaian di Klungkung Putra Wedana Bacok & Bakar Rumah, Misteri Pembunuhan di Tabanan

Tewas tertimpa pohon

Diwartakan sebelumnya, cuaca di Bali akhir-akhir ini kurang bersahabat.

Hujan disertai tiupan angin kencang menyebabkan tumbangnya pohon di sejumlah daerah di wilayah Bali, Rabu, 13 Maret 2024.

Celakanya, peristiwa pohon tumbang mengakibatkan korban jiwa setelah menimpa pengendara motor di Badung, Bali.

I Nyoman Sumarta (29) tewas karena tertimpa pohon saat melintas di depan Kuburan Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Petang Badung, Rabu (13/3).

Nyawa pria asal Banjar Dinas Kajanan Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula Buleleng itu pun tidak bisa diselamatkan karena langsung dihantam pohon.

Bahkan motor nopol DK 2240 UAA yang dikendarainya hancur tertimpa pohon yang tumbang.

Kendaraanya pun sampai tidak bisa diketahui jenisnya apa karena hanya terlihat rangkanya saja.

Pohon tumbang karena sudah tua dan diterjang angin kencang itu pun terjadi sekitar pukul 12.30 Wita.

Bahkan dari keterangan sejumlah warga pohon itu sudah ditemukan tumbang dan menimpa pengendara.

I Wayan Roni Supadman, warga setempat mengaku, kejadian dirinya sedang berada di depan rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mendengar informasi ada orang tertimpa pohon dia kemudian menuju ke tempat kejadian yang lokasinya di depan Kuburan Banjar Kiadan, Desa Pelaga.

"Jadi saya langsung ke lokasi, karena di lokasi sedikit jauh dari rumah penduduk," ujarnya saat dimintai keterangan polisi Polsek Petang.

Saat di lokasi dirinya melihat pohon jenis pinus berdiameter 80 cm menimpa korban dengan sepeda motor Vario yang mengarah ke selatan menuju Denpasar.

Diduga Nyoman Sumarta menaiki sepeda motor dari Singaraja menuju Denpasar. "Jadi korban dan motornya sudah tertimpa pohon," ucapnya.

Melihat kejadian itu, sekitar pukul 12.45 Wita dirinya langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Pelaga dan Dinas BPBD Kabupaten Badung.

Lokasi pohon tumbang sudah dibersihkan oleh pegawai DKP Desa Pelaga dan Dinas BPBD Badung.

Tewasnya Nyoman Sumarta akibat tertimpa pohon tumbang di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Badung membuat keluarganya syok.

Pria asal Dusun Kajanan, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng itu padahal hendak kembali ke Denpasar untuk bekerja di salah satu restoran.

Baca juga: 5 Fakta Pembacokan di Klungkung: Alit Dihujani Sabit 3 Kali di Depan Istri, Jalani Operasi Hari Ini

Kepala Dusun Kajanan Desa Tejakula, Made Suartawan sekaligus sepupu korban menuturkan, almarhum Sumarta pulang ke kampung halaman untuk merayakan Nyepi bersama keluarga.

Usai merayakan Nyepi, tepatnya pada Rabu (13/3) korban kemudian memutuskan kembali ke Denpasar untuk bekerja di salah satu restoran dengan mengendarai motor.

Namun nahas dalam perjalanannya, anak kedua dari pasangan Nyoman Arsana dan I Nyoman Srijati itu tertimpa pohon jenis pinus hingga tewas.

Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Mangusada Badung.

"Korban ini pekerja keras. Sebelum kerja di restoran, korban juga sempat kerja di kapal pesiar dan sempat buka bisnis ternak babi. Namun bisnisnya sempat tergerus pandemi, sehingga sekarang dia memutuskan kerja di restoran. Baru dua bulan ini kerja di restoran," terang Suartawan.

Suartawan menyebut, selain pekerja keras korban juga merupakan sosok anak yang baik dan kalem.Suartawan mengaku terakhir kali bertemu dengan korban dua hari yang lalu di kebun, namun tidak sempat berkomunikasi.

"Orangtuanya masih menangis dan syok. Jadi kami belum bisa nanya-nanya ada firasat apa sebelum Sumarta meninggal dan kapan jenazahnya akan dibawa ke rumah duka. Jadi sampai sore ini jenazahnya masih di RS Mangusada," ungkapnya.

Rencananya jenazah Sumarta akan dikubur di Setra Desa Adat Tejakula, Jumat (15/3).

Terpisah, pohon tumbang di wilayah hukum Polsek Selemadeg Tabanan, Rabu, juga menimpa pengendara motor yang sedang melintas yakni Sutrisno, anggota dari Rindam IX/Udayana Kecamatan Kediri.

Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sugianyar Ardika mengatakan, angin kencang mengakibatkan pohon tumbang yang menimpa pengendara motor Yamaha NMax nopol N 2941 PH itu datang dari arah Jembrana munuju Tabanan.

Pengendara tiba sekitar pukul 13.00 Wita. Dan kejadian tepat di sebelah barat SPBU Soka, Banjar Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg.

“Kejadian sekitar jam 1 siang. Untuk korban selamat. Saat ini masih dalam perawatan di Puskesmas Selemadeg,” ucapnya.

Awal kejadian, kata dia, saat itu korban datang dari arah barat menuju Rindam Tabanan.

Korban beriringan dengan mobil pikap, dan setibanya di lokasi pada saat korban mendahului atau menyalip pikap, korban kena pohon tumbang yang mengakibatkan korban mengalami luka pada hidung.

“Kemungkinan ada retak pada tulang hidung. Korban juga mengalami luka robek pada leher kiri, luka benjol pada kening kiri dan dalam keadaan sadar,” ungkapnya.

Usai mendapat penanganan di Puskesmas Selemadeg, lanjut dia, pihaknya merujuk korban ke RSUD Tabanan. Kemudian melakukan evakuasi pohon tumbang.

Terpisah, angin kencang mengakibatkan atap kanopi rumah berukuran 5x6 meter terbang terbawa angin di Baturiti.

Kanopi itu tepat jatuh berada di halaman Bank BNI di jalan raya Denpasar-Singaraja Banjar Pacung Desa Baturiti Kecamatan Baturiti.

Kapolsek Baturiti Kompol Arya Agung Arjana Putra mengatakan, kejadian sekitar pukul 12.30 Wita.

Angin kencang mengakibatkan atap kanopi rumah warga berukuran 5 X 6 meter terbang terbawa angin.

“Angin kencang membuat atap kanopi rumah lantai 2 milik Ni Made Putri Ningsih terbang terbawa angin sekitar 30 meter. Atau jatuh di halaman bank BNI,” ungkapnya.

Kata Arya, kanopi juga menimpa empat sepeda motor yang terdiri dari motor NMax DK 4341 UAN, motor NMax DK 4005 FBN, motor PCX DK 4003 ACH, dan motor NMax DK 6137 GAN.

Pohon tumbang juga terjadi di Kerambitan dan Baturiti juga di Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri.

Kapolsek Kediri, Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan, pohon tumbang jenis kayu angsana (pohon perindang jalan) di Banjar Panti Desa Pandak Gede, Kediri.

Pohon membuat akses jalan jurusan Pandak gede menuju desa beraban, Banjar panti desa Pandak gede Kediri Tabanan mengalami gangguan.

Pohon tumbang berdiameter 60 cm juga terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk Banjar Selemadeg Kelod, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Rabu malam.

Kapolsek Selemadeg, Kompol I Nyoman Sugianyar Ardika mengatakan, pohon tumbang menutup badan jalan.

Di Buleleng, pohon tumbang di Banjar Dinas Yeh Ketipat, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, menimpa pengendara mobil.

Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, pohon tumbang itu menimpa mobil Suzuki Grand Vitara berwarna putih DK 174 YU. Mobil tersebut milik Ketut Catur (36),  guru di SDN 2 Wanagiri.

Kompol Wirawan menyebut, korban berkendara bersama istrinya. Mereka datang dari arah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.

Namun saat melintas di TKP, pohon Lenggung yang berukuran cukup besar dan tinggi yang terletak di sebelah utara jalan tiba-tiba tumbang dan menimpa mobil milik korban.

Beruntung korban serta istrinya berhasil selamat.

Namun akibat kejadian ini, mobil miliknya mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian atap dan kaca depan.

"Korban dan istrinya selamat, namun mereka sangat takut dan syok akibat kejadian ini. Kondisi cuaca saat ini buruk. Ada hujan dan angin kencang. Arus lalulintas di Puncak Wanagiri juga ramai," terang Kompol Wirawan.

Di Bangli, pohon tumbang menutup akses jalan hingga menyebabkan gangguan lalu lintas. Pohon tumbang juga menimpa bangunan rumah hingga tempat ibadah.

Kalak BPBD-Damkar Bangli, I Wayan Wardana mengatakan, setidaknya ada tiga kecamatan yang terdampak akibat pohon tumbang, yakni Kecamatan Bangli, Tembuku dan Kintamani.

BMKG Minta Warga Waspada

Sebelumnya Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar telah meminta kewaspadaan warga terkait adanya potensi terjadinya hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Bali pada pagi hingga malam hari yang disertai kilat/petir dan angin kencang dengan kecepatan 8-54 kilometer/jam.

"Cuaca 3 hari kedepan 10-12 maret 2024 terdapat potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Bali bagian Utara, Tengah, Selatan dan Timur. Kecepatan angin berkisar 8-54 kilometer/jam, waspada juga gelombang tinggi dapat mencapai 2 meter atau lebih di Laut Bali, Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok hingga Samudera Hindia selatan Bali," kata Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, Minggu (10/3) lalu.

Cahyo menjelaskan, berdasarkan Osiliasi Madden-Julian (OMJ) dalam fase 4 di Samudera Hindia hal ini berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. "Terdapat daerah pertemuan angin atau konvergensi di sekitar wilayah Bali sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif," jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar menangani peristiwa dua pohon tumbang dalam semalam, Selasa (12/3). Kejadian pertama pohon tumbang menghalangi badan jalan di Jalan Tukad Yeh Aya IX/25, Denpasar Selatan yang disebabkan angin kencang, pukul 19.46 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa mengatakan, pohon tumbang tersebut hingga menimpa tembok rumah warga menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp 3 juta.

Pusdalops BPBD Denpasar mengarahkan Tim Reaksi Cepat Regu 4 dengan Damkar Kota Denpasar mengarah ke TKP (tempat kejadian perkara) dan melakukan penanganan terhadap pohon tumbang.

Tak ada satu jam, kejadian pohon tumbang juga terjadi di Jalan Tantular, Denpasar Timur, yang menyebabkan akses jalan tertutup batang pohon, pukul 20.11 Wita. "Karena angin kencang sehingga pohon tumbang menghalangi akses jalan rumah," bebernya. (gus/rtu/ang/mer/ian)

>>> Baca berita terkait <<<

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved