Berita Bali

Cuaca Ekstrem Landa Bali, Masyarakat Diminta Waspada

Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Istimewa
Ilustrasi - Cuaca Ekstrem Landa Bali, Masyarakat Diminta Waspada 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hujan disertai angin kencang melanda Bali beberapa hari ini.

Hal ini membuat masyarakat diminta waspada akibat hujan tinggi yang menyebabkan terjadi bencana di beberapa daerah di Bali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali (BPBD) Provinsi Bali, Made Rentin mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG tanggal 13-15 Maret 2024, terdapat potensi dampak hujan ringan hingga sedang di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Potensi curah hujan tinggi tersebut dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti potensi longsor, banjir bandang, banjir dan genangan pada dataran rendah di kawasan perumahan maupun lahan pertanian/perkebunan, dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian/perkebunan.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis Perpanjang Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG: Picu Bencana Hidrometeorologi

"Analisis Bibit Siklon Tropis 91S (kisaran kecepatan 65 km/jam), 94S (kisaran kecepatan 37 km/jam) dan 93P (kisaran kecepatan 37 km/jam) di Samudra Hindia mengakibatkan dampak tidak langsung seperti gelombang laut dengan ketinggian sedang (1.25 - 2.5 m) di perairan sekitar Bali seperti Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok dan Laut Bali," ungkapnya pada siaran persnya, Rabu 13 Maret 2024.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Masyarakat umum, nelayan, dan pelaku kegiatan wisata bahari mewaspadai potensi angin kencang dan tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter di perairan sekitar Bali.

Selalu memperhatikan informasi yang valid dari instansi yang berwenang.

Sementara data yang dihimpun BPBD Bali data sementara 13 Maret, kejadian/bencana dampak dari hidrometeorologi basah seperti kejadian pohon tumbang tiga titik di Karangasem; satu kejadian pohon tumbang di Badung mengakibatkan korban jiwa 1 orang.

Satu kejadian pohon tumbang di Buleleng; lima titik di Bangli; dan empat titik di Tabanan, dan satu titik Kejadian pohon tumbang dan tiga titik kejadian sandaran jebol di Jembrana.

"Jembrana yang senderan jebol di tiga titik nihil korban jiwa dengan estimasi total kerugian Rp 138 juta. Kejadian di Tabanan estimasi kerugian Rp 15 juta. Kejadian di Bangli estimasi kerugian Rp 80 juta pohon menimpa rumah warga dan bangunan lain," tutupnya.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved