Populer Bali

Bali Hari Ini: Temuan 2 Mayat di Jembrana Identitas Masih Misterius, Kasus Nenek Hilang di Tabanan

Mulai dari dua jenazah berstatus Mr.X di Jembrana yang sampai hari ini masih misterius identitasnya.

Surya
ilustrasi jenazah 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Berikut sorotan berita terhangat Bali, Minggu 17 Maret 2024.

Mulai dari dua jenazah berstatus Mr.X di Jembrana yang sampai hari ini masih misterius identitasnya.

Kemudian berita terhangat Bali selanjutnya terkait peristiwa hilangnya seorang nenek di Tabanan yang masih terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

Baca juga: Viral Bali: Joged Bumbung Jadi Sorotan, 10 Ribu Lebih Pamedek akan Hadiri Pengrebongan di Kesiman

Berikut berita terhangat Bali selengkapnya:

Dua jenazah Mr X

Dua jenazah yang berstatus Mr.X di Jembrana masih belum terungkap hingga Minggu 17 Maret 2024.

Kendalanya adalah bagian vital seperti sidik jari jenazah tersebut sudah hancur, sehingga tak bisa teridentifikasi oleh alat yang digunakan.

Di sisi lain, meskipun ada warga atau pihak keluarga yang dilaporkan kehilangan kerabat telah datang ke RSU Negara untuk pencocokan namun tidak identik.

Menurut data yang berhasil diperoleh Tribun Bali, dua jenazah Mr.X yang belum terungkap adalah penemuan mayat di bibir pantai tepatnya di belakang Pura Segara Rupek, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Sabtu 2 Maret 2024 lalu.

Temuan jenazah berjenis kelamin laki-laki itu kondisinya telah membusuk dan hancur.

Kemudian, jenazah berikutnya ditemukan pada jarak 1 mil laut dari pinggir Pantai Candikusuma, Kecematan Melaya, Jembrana kala pelaksanaan Hari Nyepi pada 11 Maret 2024 pagi.

Baca juga: Viral Bali: Pemuda di Buleleng Bawa Kabur Pacar di Bawah Umur & Update Pembacokan di Klungkung

Kala itu, jenazah ditemukan oleh nelayan yang tengah mencari ikan.

Jenazah ditemukan dalam kondisi mengapung dan posisi tertelungkup.

Selanjutnya, mayat tersebut dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan tali oleh para saksi ke daratan.

"Saat ini ada dua jenazah yang berstatus Mr.X di Jembrana. Untuk sementara masih belum terungkap meskipun sebelumnya ada laporan dari warga, tapi setelah pengecekan hasilnya tidak identik," kata Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwayanto Diputra.

Dia mengungkapkan, kesulitan atau kendala yang dihadapi untuk mengungkap identitas mayat tersebut adalah kondisi mayat tersebut yang sudah membusuk.

Selain itu, sidik jari yang menjadi petunjuk utama juga sudah tidak bisa dibaca dengan alat (Mambis) atau tidak bisa teridentifikasi.

"Tim kami sudah sangat maksimal melakukan identifikasi seperti pengecekan bagian gigi dan anatomi lainnya. Kami harap bisa segera terungkap," harapnya.

"Untuk warga yang mungkin kehilangan saudara atau kerabatnya bisa melapor ke kami untuk selanjutnya dilakukan pengecekan atau pencocokan," imbuhnya.

Namun begitu, kata dia, jika dalam kurun waktu lama tidak ada petunjuk atas identitasnya tersebut pihaknya bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak RSU Negara serta Dinas Sosial Jembrana.

Hal ini untuk menentukan langkah lebih lanjut, misalnya penguburan.

"Yang jelas, identifikasi sudah dilakukan maksimal. Jika belum terungkap dan tidak ada keluarga yang datang mencocokan kita akan tindaklanjuti," tandasnya.

Baca juga: Viral Bali: Laka di Badung Syharuddin Terjepit Bodi Truk Namun Selamat, Pencurian Baleganjur di Pura

Pencarian Nenek Hilang di Tabanan Diperluas Tim SAR

Tim SAR kembali melanjutkan pencarian seorang lansia Ni Nyoman Mendri asal Banjar Batanbuah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Seltim, Kabupaten Tabanan.

Tim SAR Gabungan kembali menyisiri area yang dicurigai dilalui korban, bahkan area pencarian pun diperluas.

"Pukul 06.00 Wita Tim SAR Gabungan telah melaksanakan penyisiran, baik itu di sungai maupun perkebunan yang ada di lokasi kejadian tersebut. Di sungai sejauh 1,5 kilometer dan darat 2,5 kilometer," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, Sabtu (16/3).

Masih sama seperti upaya pencarian kemarin, diturunkan seekor anjing pelacak dari potensi SAR Dog. Disamping itu, personel juga menggunakan peralatan canggih berupa Aqua Eye (deteksi objek di bawah permukaan air) dan drone thermal untuk pencarian melalui udara yang bisa mendeteksi suhu objek tertentu.

Penyisiran di darat dan sungai dilakukan ke arah utara, namun hingga saat ini hasilnya masih nihil.

Tanda-tanda keberadaan korban pun belum menemukan titik terang.

"Operasi SAR di daerah Tabanan ini yang terlibat kurang lebih 50 orang," terangnya.

Selain Kantor Basarnas Bali dengan 12 personel, unsur SAR lainnya yang terlibat di antaranya Dit Samapta, Bhabinkamtibmas, Bhuana Bali Rescue, SAI Rescue, SAR Dog, Polair polres Tabanan, Dalmas Tabanan, dan BPBD Tabanan.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Banjar Batanbuah, Desa Tangguntiti, Tabanan, Ni Nyoman Mendri (83) meninggalkan rumah sejak Rabu (13/3), dan hingga kini belum ditemukan.

Upaya kepolisian untuk mencari korban tidak berhasil menemukan keberadaan korban, dan selanjutnya meminta bantuan dari Kantor Basarnas Bali hingga melibatkan beberapa unsur SAR.

"Seandainya hari ini (kemarin, Red) tidak ditemukan, maka sesuai SOP Operasi SAR pelaksanaannya selama 7 hari, dan ada permintaan dari keluarga korban kita perpanjang lagi tiga hari," ucap Nyoman Sidakarya. (tribun bali/mpa/zae)

>>> Baca berita terkait <<<

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved