Kebakaran di Gianyar
Sebelum Terbakar, Sukarmen Berencana Renovasi Rumah
I Wayan Sukarmen (45) tampak menatap kosong ke arah bale dauhnya yang hangus terbakar, Rabu 20 Maret 2024.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - I Wayan Sukarmen (45) tampak menatap kosong ke arah bale dauhnya yang hangus terbakar, Rabu 20 Maret 2024.
Meskipun warga Banjar Sakih, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar dan Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar berusaha memadamkan api.
Namun tidak banyak yang bisa diselamatkan dari dalam bale tersebut.
Sebagian besar hanya tersisa puing dan material hitam yang tak berbentuk.
Beberapa sertifikat, ijazah, dan uang yang ada di dalam kamar juga telah menjadi arang.
"Satu baju pun sekarang saya tidak punya," ujar pria tersebut dengan tatapan kosong.
Sukarmen tak mengetahui bagaimana awal mula kebakaran tersebut bisa terjadi.
Sebab saat itu ia tengah berada di rompok tempat membuat ukiran.
Dimana dari tombol ke bale daja, terhalang bangunan dapur.
Baca juga: 4 Mobil Damkar Dikerahkan Dalam Penangan Kebakaran Rumah di Guwang Sukawati
"Saya sedang berkerja, tiba-tiba dikabari rumah terbakar," ujarnya.
Sukarmen mengatakan ia sangat terpukul pada peristiwa ini.
Terlebih lagi, ia berencana merenovasi bangunan bale daja.
Namun karena terkena musibah ini, iapun tidak tahu harus berbuat apa.
"Sakarang saya tidak punya tempat tidur, karena kami tidurnya di bale dauh, semua tidur di sana," jelasnya.
Ditanya terkait penyebab kebakaran, Sukarmen menduga hal tersebut dikarenakan konsleting listrik akibat charger hp.
"Awal api di kamar pojok, mungkin karena charger hp yang nyantol sehingga korslet lalu melalap kasur dan akhirnya rumah," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kebakaran-bale-dauh-milik-I-Wayan-Sukarmen-di-Banjar-Sakih-Desa-Guwang-Sukawati.jpg)