Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Permintaan Tikar Pandan Meningkat Drastis di Karangasem, Per Hari Terjual Sampai 30 Lembar

Tikar pandan berukuran 120 x 200 centimeter harganya dikisaran Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu, kualitas biasa.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Saiful Rohim
Pengrajin pandan wangi di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem sedang membuat tikar pandan - Permintaan Tikar Pandan Meningkat Drastis di Karangasem, Per Hari Terjual Sampai 30 Lembar 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Penganyam tikar pandan sumringah di Desa Tumbu, Karangasem, Bali.

Pasalnya, permintaan tikar pandan meningkat dari bulan Januari 2024.

Per hari mampu menjual 25 sampai 30 lembar tikar pandan. Ukurannya bervariatif. Sesuai permintaan pembeli.

Perbekel Tumbu, I Kadek Oki Lerianto mengatakan, permintaan tikar pandan sejak bulan Januari 2024, dikarenakan banyak acara dan upacara keagamaan di Bali.

Baca juga: Mensos Risma Kunjungi Pengrajin Sandal Slipper Hotel di Desa Tumbu Karangasem

Seperti Nyepi, Galungan, Kuningan, serta upacara lainnya.

"Kita kewalahan melayani permintaan. Biasanya permintaan per hari sekitar 10-15 lembar. Sekarang tembus 30 lembar per harinya. Buat 1 tikar butuh waktu seharian lebih. Pengrajinnya kerja hanya beberapa jam. Jumlah produksi per hari nggak tentu,"ungkap Kadek Oki Lerianto, Rabu 27 Maret 2024.

Untuk harga tikar pandan bervariatif, tergantung ukuran dan kualitas daun pandan.

Tikar pandan berukuran 120 x 200 centimeter harganya dikisaran Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu, kualitas biasa.

Sedangkan tikar berukuran 200 x250 centimeter harga sekitar Rp 100 ribu lebih.

"Sebagian besar beli tikar pandan biasa,"tambah Oki.

Untuk pengrajin sebagian besar ibu rumah tangga.

Ada 3 Banjar di Tumbu yang masyarakatnya jadi pengrajin tikar pandan.

Diantaranya Banjar Tumbu Kaler, Tumbu Kelod, serta Kebon Tumbu.

Pengerajin yang tergabung dalam kelompok pandan wangi mampu produksi 300 lembar per bulannya.

"Selain tikar, bentuk anyaman bervariatif. Seperti anyaman tas, tempat tisu,dan yang baru yakni sandal slipper. Ukurannya bermacam-macam, tergantung permintaan produsen,"akui Oki Lerianto.

Kalau membuat anyaman pandan yang paling bagus saat musim panas.

Pengeringan daun pandan lebih cepat, serta kualitas yang dihasilkan jadi bagus dan kuat.

Setelah pengeringan baru dilaksanakan pelemasan.

Untuk pemasaran, tak ada masalah. Kerajinan dikirim ke pengepul sekitar Provinsi Bali.

"Hasilnya dikirim ke pengepul di Sukawati, Denpasar, Badung, serta Gianyar. Sedangkan pengepul dari luar Karangasem biasanya mengekspor ke luar Negeri. Seperti ke negara Cina, Amerika, Australia, Belanda, Prancis,"jelasnya.

Kumpulan Artikel Karangasem

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved