Berita Gianyar
Ini Rute Perjalanan Tiga Sekawan Saat Jalan Kaki ke Pura Besakih dari Gianyar
Tiga sekawan telah menggemparkan publik Bali, karena berjalan kaki dari Kabupaten Gianyar untuk bersembahyang di Pura Agung Besakih
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM -Tiga sekawan telah menggemparkan publik Bali, karena berjalan kaki dari Kabupaten Gianyar untuk bersembahyang di Pura Agung Besakih, Jumat 5 April 2024.
Mereka ialah, Fernanda Agastya asal Banjar Peninjoan, Desa Kemenuh, Sukawati, serta dua kakak beradik, Made Parta dan Nyoman Kibul asal Banjar Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Sukawati.
Di mana dalam menuju Pura Agung Besakih yang berjarak sekitar 42 kilometer dari awal mereka berjalan kaki, tiga sekawan ini tidak mengikuti jalan utama.
Melainkan memilih jalan shortcut, yang tentunya harus melewati tebing, semak-semak, sawah dan kontur alami alam.
Bahkan, hujan tak mematahkan sedikit pun semangat mereka untuk menghaturkan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi.
Mereka telah tiba di Pura Agung Besakih.
Fernanda Agastya, yang akrab disapa Yande, Rabu 10 April 2024 mengatakan, ia dan dua kawannya tersebut bersyukur bisa sampai di Pura Agung Besakih dengan berjalan kaki.
Terkait jarak tempuh yang jauh, Yende mengatakan hal tersebut tidak berarti bagi mereka bertiga.
Sebab, mereka telah terbiasa melewati medan-medan berat saat mendaki gunung.
Baca juga: Calon Gubernur Bali, Baliho GIRI UNTUK BALI Bertebaran, PDIP Gianyar Solid Dukung Koster
Diketahui, Yande yang berprofesi sebagai tekni ini, telah mencatatkan pendakian gunung sebanyak 78 kali.
Adapun yang memotivasinya berjalan kaki ke Pura Agung Besakih, karena kerap mendengar keluhan pemedek/umat tentang jarak dari parkiran kendaraan menuju pura dikatakan sangat jauh.
Menurut Yande, selama tujuannya adalah untuk menghaturkan bhakti pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tidak ada kata jauh ataupun berat.
"Bagi kami, niat yang tulus pasti mencapai tujuan yang diinginkan. Kami juga termotivasi ketika melihat beberapa keluhan umat saat nangkil ke Besakih, terutama ketika jalan kaki dari area parkir menuju Pura Agung Besakih. Sebenarnya itu dekat, jalan kaki tidak sampai 5 menit," ujar Yande.
Yande menjelaskan, jalan kaki bukan hanya membuat fisik menjadi sehat. Namun juga berkaitan dengan kejernihan pikiran saat akan bersembahyang.
Sebab, saat berjalan kaki menuju pura, pikiran akan dipusatkan pada aktivitas fisik, pikiran yang fokus tersebut juga membuat kekalutan akan sirna, sehingga saat akan bersembahyang, pikiran akan menjadi jernih, terbebas dari pemikiran negatif.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.