Pelebon Tjokorda Bagus Santaka di Ubud
Pelebon Tjokorda Santaka di Ubud Bali, Tempat Parkir Untuk Wisatawan Telah Disiapkan
Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Made Arianta, Jumat 12 April 2024 mengatakan, kantung parkir telah disiapkan untuk masyarakat atau wisatawan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Puri Agung Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali diprediksi akan menjadi magnet wisatawan pada Minggu 14 April 2024 nanti.
Sebab pada hari tersebut akan berlangsung pelebon untuk Tjokorda Bagus Santaka.
Di mana dalam perjalanan layon (jenazah) menuju Setra Dalem Puri yang berjarak sekitar satu kilometer dari depan Puri Agung Ubud, layon akan diiringi bade tingkat sembilan, lembu raksasa berwarna ungu dan naga banda.
Tak sampai di situ, prosesi ini juga akan dilengkapi iringan kesenian Bali dalam perjalanannya ke Setra Dalem Puri.
Krama adat yang terlibat dalam prosesi ini diprediksi mencapai 4.000-an orang.
Baca juga: Pelebon Puri Peguyangan: Layon AA Sagung Istri Parcinti Telah Bergerak Menuju Setra Ageng, Denpasar
Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Made Arianta, Jumat 12 April 2024 mengatakan, kantung parkir telah disiapkan untuk masyarakat atau wisatawan yang akan menyaksikan prosesi Pitra Yadnya ini.
Kendaraan yang datang dari arah utara, bisa parkir di Central Parkir Batukaru.
Sementara dari arah selatan parkir di Lapangan Astina Ubud.
Kendaraan dari arah barat parkir di areal parkir Museum Puri Lukisan.
Sementara dari arah timur, bisa parkir di basement Pasar Tematik Ubud.
"Parkir dikelola oleh pengelola masing-masing dan dikoordinasikan pihak puri. Dishub mengelola parkir basement pasar, lapangan Ubud dikerjasamakan dengan Desa Adat Ubud, museum dan Parkir Pura Batukaru dikelola pengelola masing-masing," ujar Arianta.
Sementara untuk lalu lintas pada 14 April 2024 itu, akan dilakukan rekayasa arus lalu lintas dari pukul 07.30 Wita sampai 14.00 Wita.
"Akan dilakukan pengalihan arus dan buka tutup lalin di seputaran jalan Campuhan Ubud sampai Pura Dalem Puri, Peliatan," ujarnya.
Keluarga Puri Agung Ubud, Tjokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah meminta permakluman pada masyarakat, karena pelebon ini tentunya akan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik.
"Kami memohon maaf karena akan terjadi kemacetan. Namun bagaimanapun, Ubud ada atau tanpa adanya pelebon pasti macet. Namun pelebon ini, kita pakai ajang untuk seni budaya, dan ini merupakan satu kekayaan Bali yang dimiliki, dan kebetulan kita bisa melakukan di Ubud," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Gianyar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.