Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

VIRAL! Seorang Pemangku Ngibing, Puskor Hindunesia: Harus Ada Sanksi Sekala dan Niskala

Bahkan Puskor Hindunesia berencana akan melaporkan pemangku hingga penari joged tersebut ke Polda Bali. Hal itu diungkapkan oleh Gus Susena.

Istimewa/screenshot IG
TAK SENONOH – Seorang pria mengenakan pakaian pemangku melakukan gerakan tak senonoh saat menari bersama seorang penari joged bumbung diduga di areal pura, baru-baru ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Viral video seorang pemangku ngibing joged, dengan gerakan porno di media sosial, Sabtu (20/4). Dalam video yang beredar tersebut, pemangku yang ngibing menggunakan pakaian pemangku serba putih lengkap dengan udeng atau destar.

Tak hanya itu, terlihat di bagian belakangnya juga ada palinggih yang berhias dan berisi canang. Mirisnya lagi, aksi tak senonoh pemangku ngibing joged yang diduga dilakukan di pura ini juga ditonton anak-anak.

Terkait hal tersebut, Pengurus Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) pun ikut angkat bicara.

Bahkan Puskor Hindunesia berencana akan melaporkan pemangku hingga penari joged tersebut ke Polda Bali. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Puskor Hindunesia Ida Bagus Ketut Susena.

Baca juga: VIRAL Video Pemangku Ngibing Joged Tak Senonoh di Bali, Puskor Hindunesia: Laporkan ke Polda

Baca juga: Video Pemangku Ngibing Joged Tak Senonoh Viral, Puskor Hindunesia Akan Laporkan ke Polda Bali

Bahkan Puskor Hindunesia berencana akan melaporkan pemangku hingga penari joged tersebut ke Polda Bali. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Puskor Hindunesia Ida Bagus Ketut Susena.
Bahkan Puskor Hindunesia berencana akan melaporkan pemangku hingga penari joged tersebut ke Polda Bali. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Puskor Hindunesia Ida Bagus Ketut Susena. (Tribun Bali/AA Seri Kusniarti)

“Kami dari Puskor Hindunesia, kalau ada informasi tentang pemangku dan joged tersebut mohon diinformasikan ke kami dan kami akan laporkan ke Polda. Karena ini sudah sangat meresahkan,” kata Susena, Sabtu (20/4).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pemangku yang diduga di areal pura ini sudah sangat meresahkan. Secara sesana, pemangku yang sudah menjalani Ekajati atau satu tingkat di bawah Pandita, tidak dibenarkan melakukan hal itu. “Apalagi itu dilakukan di depan anak-anak. Dan apalagi kalau benar itu di pura, ini akan menjadi preseden buruk dan keterlaluan,” katanya.

Ia pun menambahkan, jika benar dilakukan di areal pura, hal itu sangat tidak pantas dan pihaknya meminta agar pengempon pura melakukan klarifikasi karena tidak sesuai konsep kesucian pura.

Pihaknya pun meminta ada efek jera kepada pemangku tersebut dengan sanksi secara sekala dan niskala. Bahkan, pihaknya meminta agar sanksi yang diberikan adalah yang terberat alias diberhentikan sebagai pemangku. “Kalau ini benar di depan pura, ini sama dengan ngeletehin pura. Tentu harus ada ritual sesuai dresta di setiap pura, apakah misalnya pecaruan atau guru piduka,” imbuhnya.

Ia pun menambahkan, seharusnya pemangku tersebut malu melakukan hal itu di depan umum dengan atribut kepemangkuan dan di depan anak-anak. Susena pun mengatakan, dari semua jenis joged porno yang videonya pernah viral, inilah yang paling parah karena melibatkan pemangku dan diduga dilakukan di areal pura.

Di sisi lain, selama ini menurutnya keberadaan joged porno atau jaruh ini pun sudah sangat meresahkan. Bahkan berulang kali terjadi namun tak pernah ada jalan keluarnya dan malah terulang lagi.

Pihaknya pun meminta agar pemangku kepentingan bisa melakukan sosialisasi lebih intensif dan melakukan pendataan sekaa joged. Menurut Susena, hal ini merupakan sebuah pelecehan seni budaya.

“Meskipun joged ini adalah seni hiburan, tetapi ada etika dan moral ketimuran yang harus dijaga. Tari Bali sangat kental dengan pakem dan mengedepankan etika dan moral, sehingga tidak bernuansa pornografi dan pornoaksi,” katanya.

Pihaknya pun menyayangkan hal tersebut terus terulang tanda sebuah efek jera. “Mudah-mudahan ini yang terakhir karena sudah berkali-kali terulang. Dan memang harus ada efek jera,” katanya. (sup)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved