Pilkada 2024
DPC PDIP Tabanan Usulkan Paket Koster-Cok Ace dan Koster-Giri Prasta, PAC Kediri ‘Membelot’
Baliho yang menyatakan dukungan ke Giri Prasta salah satunya terpasang di simpang Patung Wisnu Murti, Kecamatan Kediri.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Penjaringan suara DPC PDI Perjuangan (PDIP) Tabanan untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 mengerucut ke I Wayan Koster- Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dan Wayan Koster-Nyoman Giri Prasta.
Dua paket inilah yang akan diusulkan ke DPD dan DPP.
Namun, kenyataan ada riak-riak dukungan lain yang terjadi di PDIP Tabanan.
Ini menyusul dengan munculnya baliho Giri Prasta untuk menjadi Gubernur Bali.
Baca juga: Peta Dukungan PDIP Bali di Pilgub 2024: Buleleng, Gianyar dan Tabanan Pastikan Dukungan Koster
Baliho yang menyatakan dukungan ke Giri Prasta salah satunya terpasang di simpang Patung Wisnu Murti, Kecamatan Kediri.
Baliho bertuliskan Giri Prasta Bali 1 itu dipasang Ketua PAC Kediri, Nyoman Mulyadi.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Nyoman Mulyadi membenarkan bahwa dukungannya mengarah ke Giri Prasta sebagai Bali 1.
Bukan ke Wayan Koster seperti yang disampaikan oleh DPC PDIP Tabanan.
Pemasangan baliho dikatakan merupakan reaksi dari tidak tertampungnya aspirasi PAC Kediri yang mengusulkan Giri Prasta sebagai calon Gubernur Bali.
“Kami di rapat menyampaikan bahwa dukungan kami adalah untuk Giri Prasta. Tapi statement DPC Tabanan berbeda. Maka, saya berinisiatif memasang baliho untuk menyuarakan aspirasi saya,” ucapnya, Minggu 21 April 2024.
Mulyadi menegaskan, sejatinya DPC harus memberikan ruang aspirasi kepada pengurus di bawah.
Dikatakan, dukungan untuk Koster-Ace dan Koster-Giri itu seperti pengarahan, bukan aspirasi murni kader.
“Ada sanggahan bahwa ini mengikuti daerah lain. Tapi anehnya daerah lain tidak bisa memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres. Ngapain harus mengikuti daerah lain. Jika tidak ada ada keterbukaan, maka ini akan membuat PDI Perjuangan semakin merosot ke depannya,” tegasnya.
Mulyadi menegaskan lagi, bahwa dalam penjaringan seharusnya tidak ada yang ditutup-tutupi.
Karena menurut dia bukan hanya PAC Kediri yang bersikap mendukung Giri Prasta.
Tapi ada PAC Tabanan dan Pupuan.
Bendahara PAC Kediri, Ketut Sutama, menambahkan seharusnya partai mampu mendedikasikan diri untuk rakyat kecil.
Kata dia, apa yang sudah dilakukan Giri Prasta selama 10 tahun di Bali sudah terbukti.
Bukan hanya di Badung. Namun, Giri Prasta juga sudah berbuat untuk Bali. Termasuk untuk masyarakat di Tabanan.
“Sudah dari belasan tahun lalu, Giri Prasta itu sudah memiliki track record baik. Membangun Bali hingga di daerah terpencil. Membangun untuk rakyat. Di bupati saja membantu, apalagi menjadi gubernur. Itu yang membuat saya malah lebih yakin. Apalagi itu sudah dilakukan sejak bupati. Dan dia adalah kader partai militan,” tegasnya.
Sutama menyebutkan, akan ada pemasangan sekitar 200 titik baliho untuk dukungan ke Giri Prasta.
Ini sebagai bentuk balasan dari banyaknya bantuan yang sudah diberikan Giri ke masyarakat.
“Apa yang menjadi janji, semua diwujudkan dan menjadi terealiasi. Giri Prasta Bali 1 harga mati. Semua lini mendapat manfaat dari Giri Prasta,” bebernya.
Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan DPC Tabanan sepakat mengusulkan Koster-Cok Ace dan Koster-Giri Prasta.
Usulan ini dikatakan sama dengan usulan di DPC kabupaten lain di Bali.
Usulan ini juga sebagai bentuk dukungan Kabupaten Tabanan kepada keberhasilan kepemimpinan Wayan Koster selama menjabat sebagai Gubernur pada periode 2019-2024 sekaligus sebagai Ketua DPD PDIP Bali.
“Saat rapat penjaringan, kami sepakat mendukung beliau (Wayan Koster) sebagai gubernur lagi. Berdampingan dengan Bapak Cok Ace atau berdampingan dengan Giri Prasta. Di kabupaten lain juga demikian aspirasinya," beber Sanjaya.
Sanjaya menyebut, untuk proses penjaringan Pilkada 2024 baik untuk Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati sebenarnya tidak ada hal perlu dibesar-besarkan.
Karena menurutnya, partai moncong putih masih sangat kuat di wilayah Tabanan.
"Salah satu indikatornya adalah perolehan suara di Pilpres dan Pileg 2024," tandas Bupati Tabanan ini.
Baliho GP Marak
Selain di Tabanan, baliho dukungan untuk Giri Prasta juga semakin marak di beberapa daerah di Bali.
Dari pantauan Tribun Bali, Minggu 21 April 2024, baliho Giri Prasta tampak terpasang di beberapa titik di Kabupaten Bangli.
Mulai dari pintu masuk Bangli (perbatasan Bangli-Gianyar) di Desa Guliang, lalu di pertigaan Desa Tamanbali, pertigaan Banjar Kawan, pertigaan Desa Gunaksa, serta pertigaan Banjar Brahmana Bukit.
Baliho bergambar wajah Giri Prasta itu bertuliskan “Dari Badung untuk Bangli” dan dipasang oleh Loyalis GP Bangli.
Di Kabupaten Jembrana juga dilaporkan sejumlah baliho Giri Prasta juga marak dipasang.
Salah satunya di dekat Pelabuhan Gilimanuk yang merupakan pintu masuk Bali.
Sebelumnya sejumlah baliho Giri Prasta sudah terpasang lebih dulu di wilayah Kabupaten Badung.
Sementara baliho yang dipasang di sekitar Stadion Gusti Ngurah Rai, Denpasar, mendadakn hilang setelah tiga hari dipasang. (ang)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.