Berita Klungkung
Miris, Siswa di Nusa Penida Terpaksa Belajar di Luar Kelas
Pihak sekolah tidak berani mengambil resiko untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Siswa di SDN 2 Batumadeg di Kecamatan Nusa Penida harus belajar di luar kelas, karena kondisi bangunan sekolah mereka yang rusak parah.
Pihak sekolah tidak berani mengambil resiko untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, karena kondisi atap yang jebol dan rawan ambruk.
Kepala Sekolah SDN 2 Batumadeg I Wayan Sadra mengatakan, kondisi bangunan sekolah yang ia pimpin sudah cukup lama mengalami kerusakan.
Baca juga: Januari hingga Maret 2024, Denpasar Terima 8.835 Penduduk Pendatang
Pada tahun 2023 silam, pihak sekolah telah mengajukan permohonan untuk perbaikan. Namun sampai saat ini belum mendapatkan penanganan.
"Satu unit gedung sekolah kami mengalami kerusakan atap. Guru-guru kami takut melaksanakan tugas mengajar di dalam ruang kelas," ujar Wayan Sadra, Jumat (26/4/2024).
Baca juga: Digerebek di Kamar Kos Jimbaran, Aldy Tak Berkutik, Bungkusan Kopi Robusta Disorot
Menurutnya, kondisi bangunan di SD N 2 Batumadeg sudah sama sekali tidak layak digunakan, karena sangat beresiko untuk siswa maupun guru.
Rangka atap bangunan itu sudah rapuh. Sehingga jika dilihat dari luar, atap sekolah sudah tampak bergelombang. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, karena atap bisa ambruk kapan saja.
Kondisi itu membuat pihak sekolah mengambil kebijakan, dengan memindahkan sebagian siswa untuk mengikuti belajar mengajar di luar kelas.
Para siswa tersebut terpaksa belajar di teras sekolah, dengan kondisi seadanya. Papan tulis hingga bangku dikeluarkan agar dapat digunakan belajar di teras kelas. Meskipun terkesan kurang nyaman, siswa harus tetap mendapatkan materi pembelajaran.
"Agar proses belajar mengajar bisa berjalan, kami mengambil langkah dengan memanfaatkan teras depan untuk mereka belajar, itu pun dengan perasaan was-was, kalau atapnya nanti tiba-tiba jebol," ungkap Sadra.
Pihaknya berharap agar gedung di SD N 2 Batumadeg bisa segera diperbaiki. Sehingga siswa bisa membali belajar dengan nyaman di kelas seperti sebelumnya.
"Sementara siswa kami belajar dengan fasilitas sedanya, agar proses belajar mengajar bisa berjalan," jelasnya..
Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru mengatakan, terkait kerusakan gedung di SD N 2 Batumadeg akan segera ia koordinasikam dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung. Pihaknya akan mendorong sekolah yang mengalami kerusakan sangat parah, agar bisa dapat prioritas diperbaiki terlebih dahulu.
"Bangunan sekolah yang jebol ini sangat membahayakan, apalagi proses belajar di sekolah masih aktif dan banyak ada anak-anak di sekitarnya. Dinas Pendidikan harus segera mengambil langkah perbaikan gedung sekolah agar siswa bisa belajar lagi seperti biasa dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa," ungkap politisi asal Desa Sakti, Nusa Penida tersebut.
Perbaikan Tunggu DAK
Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Sujana ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menyusun skala prioritas untuk penanganan sekolah yang rusak parah di Klungkung.
"Penanganannya nanti kita coba ke dana DAK (dana alonasi khusus) karena APBD belum mencukupi dananya," ungkap Sujana. (mit)
| Rekomendasi LKPJ Bupati 2025, DPRD Klungkung Soroti Kebocoran Anggaran Hingga Masalah Layanan Publik |
|
|---|
| Rumah Hancur Diterjang Abrasi, 7 KK Warga di Pantai Mongalan Segera Dipindah ke Rumah Deret |
|
|---|
| Rumah di Pantai Mongalan Klungkung Hancur Diterjang Abrasi, 12 KK Kehilangan Tempat Tinggal |
|
|---|
| Terkendala Status Lahan Kerta Gosa, Restorasi Pemedal Agung Belum Dapat Dimulai Pemkab Klungkung |
|
|---|
| Restorasi Pemedal Agung di Klungkung Masih Terkendala Status Lahan Kerta Gosa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Miris-Siswa-di-Nusa-Penida-Terpaksa-Belajar-di-Luar-Kelas.jpg)