Mahasiswa STIP Tewas
Orangtua di Klungkung Bali Kenang Sosok Putu Satria Mahasiswa STIP, Anak Polos Penyayang Keluarga
Orangtua di Klungkung Bali Kenang Sosok Putu Satria Mahasiswa STIP, Anak Polos Penyayang Keluarga
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Baginya putra sulungnya itu anak yang polos, dan penyayang keluarga.
Ia juga sosok anak cerdas dengan tekad yang kuat.
"Orangnya tidak neko-neko. Keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini," ungkapnya.

Suastika tidak bisa ke Jakarta, karena menjaga keluarga yang sakit.
"Istri, anak kedua saya dan kakak saya yang berangkat ke Jakarta. Istri saya berangkat ke Jakarta dengan kondisi syok," jelasnya.
Putu Satria merupakan anak sulung, yang memiliki 2 adik yang masih duduk di bangku SMA dan yang paling kecil masih kelas 6 SD.
Dikutip dari tribunnews.com, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan membenarkan informasi adanya mahasiswa meninggal dunia di STIP. Diduga mahasiswa itu meninggal karena dianiaya seniornya.
"Jadi awalnya, kami Polres Metro Jakarta Utara menerima LP (laporan) meninggalnya seseorang berinisial P. Pada waktu kondisi meninggal ini ada di RS Tarumajaya. Yang bersangkutan adalah salah satu siswa tingkat 1 di STIP," kata Gidion kepada wartawan, Jumat 3 Mei 2024.
Ia menambahkan, meninggalnya mahasiswa tingkat 1 itu, akibat kekerasan yang dilakukan oknum seniornya tingkat 2.
"Kami masih mendalami secara utuh bagaimana rangkaian peristiwanya," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi di toilet lantai II STIP Jakarta Utara.
Awalnya korban (Putu Satria Ananta Rustika) dan teman-temannya yang masih tingkat I dipanggil oleh senior di tingkat II.
Seniornya yang berinisial T asal Bekasi, sempat menanyakan siapa yang meminta korban dan rekan-rekanya memakai pakaian olahraga ke gedung pendidikan lantai 3.
Korban dan rekan-rekannya kemudian diminta berbaris berjejer.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.