Mahasiswa STIP Tewas

Parta Koordinasi Dengan Kapolri di Bali, Minta Kasus Putu Satria Diusut Tuntas, Jangan 'Cuci Tangan'

Nyoman Parta memiliki perspektif lain dari kasus ini, ia mecurigai penganiayaan yang dilakukan terhadap Putu Satria dilakukan lebih dari satu orang.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Anggota DPR RI Nyoman Parta saat menyambangi rumah duka Putu Satria Ananta Rustika (19) di Desa Gunaksa, Klungkung - Parta Koordinasi Dengan Kapolri di Bali, Minta Kasus Putu Satria Diusut Tuntas, Jangan 'Cuci Tangan' 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Meninggalnya taruna STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika mendapat atensi khusus dari anggota DPR RI I Nyoman Parta.

Dengan kejadian ini, ia menuntut dilakukan evakuasi terhadap setiap kampus di bawah naungan kementerian, agar tidak ada aksi kekerasan di sekolah ikatan dinas.

Ia secara khusus juga meminta agar rektor STIP bertanggung jawab dengan kejadian meninggalnya, Putu Satria Ananta Rustika (19) akibat kekerasan yang dilakukan seniornya.

Anggota Komisi VI DPR RI itu menyambangi langsung rumah duka Putu Satria Ananta Rustika (19) di Desa Gunaksa, Klungkung.

Baca juga: BOGEM Anggota Penrepti Seminyak, Jadi Korban Penganiayaan Bule Amerika, Alami Luka Robek di Wajah

Politisi asal Sukawati Gianyar itu bertemu langsung orangtua dari Putu Satria, Ketut Suastika.

"Tujuan saya menyampaikam duka cita dan berusaha menyemangati keluarga. Ini pasti pukulan yang berat sekali untuk keluarga," ujar Parta, Sabtu 4 Mei 2024.

Nyoman Parta memiliki perspektif lain dari kasus ini, ia mecurigai penganiayaan yang dilakukan terhadap Putu Satria dilakukan lebih dari satu orang.

Terlebih penjelasan di kepolisian, menemukan luka lebam di ulu ati Putu Satria.

"Saya tidak percaya kalau kasusnya ini dilakukan oleh satu orang. Oleh karena itu, jika ada tersangka lain, ada pelaku lain agar diungkap," tegasnya.

Nyoman Parta terus berkoordinasi dengan Kapolri dan meminta pihak kampus STIP membuka kasus ini secara terang menderang dan tidak ada kesan ditutup-tutupi.

"Pihak kepolisian saya menyampaikan agar kapolri, kapolda metrojaya, kapolres yang ada di seluruh DKI menyikapi kasus ini dengan sungguh-sungguh, menjadikan kasus ini terang menderang," tegasnya.

Ia pun meminta pihak kampus STIP tidak terkesan "cuci tangan" dan menutupi kasus-kasus kekerasan di lingkungsan kampus.

Mengingat kejadian seperti ini bukanlah yang pertama terjadi di STIP.

"Saya pun semalam ditelepon oleh orangtua yang anaknya sekolah kedinasan di Makassar, agar memberikan perhatian terhadap sekolah itu agar tidak terjadi kejadian yang sama seperti di Jakarta. Artinya budaya kekerasan di sekolah kedinasan itu terjadi di mana-mana. Tadi saya sudah sampaikan agar pihak kementerian, pihak yang mengelola sekolah kedinasan untuk segera melakukan evaluasi, jangan lagi ada kekerasan dalam lingkungan pendidikan. Sehingga Putu ini korban terakhir kekerasan di sekolah kedinasan," tegas Parta. (mit)

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved