Berita Nasional
ESG Solutions Hadirkan Teknologi Terbaru Pemantau Gempabumi Bagi Pertambangan Indonesia
Letak geografis Indonesia yang berada dalam ring of fire atau cincin api bumi akan rentan terjadi gempabumi
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - ESG Solutions perusahaan penyedia jasa data dan peralatan pemantauan seismik asal Amerika Serikat mengumumkan telah berinvestasi di Indonesia sejak 2 tahun terakhir.
Setelah berpartner dengan sejumlah perusahaan tambang besar di Indonesia, langkah lanjutan yang dilakukan ESG Solutions menggelar pertemuan di Bali mulai 8 - 10 Mei 2024 mendatang.
Pertemuan ini diikuti sekitar 30 peserta dari sejumlah negara selain Indonesia sebagai tuan rumah, ada dari Australia, Afrika Selatan, Canada, Amerika Serikat dan China.
Bertajuk ‘Operational Mine Seismic Analysis’ pertemuan ini lebih kepada membahas teknik-teknik atau cara-cara dalam menganlisa seismik atau kegempaan dengan menghadirkan tiga pembicara utama.
Baca juga: Akan Datang Perubahan Besar dalam Hidup, Berikut Arti Mimpi Gempa Bumi
Diantaranya Dr. Rer Nat David Sahara, ST. MT. dari Institut Teknologi Bandung, Gerhard (Izak) Morkel dari IGM geotechnical dan Professor Andre van As dari departemen Deep Mining Geoscience, University of Queensland.
CEO ESG Solutions, David Moore, mengatakan tujuan daripada kegiatan ini ada dua, pertama adalah mengumumkan hadirnya ESG Solutions disini dan telah berinvestasi di Indonesia.
Kedua ESG hadir dengan teknologi terbaru dan teknik menggunakan elektro magnetik dan fiber optik untuk menganalisa kegempaan dalam operasi tambang.
“Data analisis seismologi sangat penting, seperti dalam mengevakuasi pekerja saat terjadi gempabumi. Keamanan tambang dan keselamatan pekerjanya menjadi sangat penting dan diutamakan,” kata David Moore, disela pertemuan pada Rabu 8 Mei 2024.
Ia menambahkan ESG Solutions di Indonesia telah memiliki 6 orang staf selain untuk memanage kemitraan dengan Freeport dan Merdeka Mining mereka juga memanage mitra di sejumlah negara lain di Asia pacific seperti Australia dan Mongolia.
Tahun ini pihaknya akan menambah 4 staf lagi sehingga menjadi 10 orang.
Country Manager ESG Solutions, Septian Prahastudhi menyampaikan pihaknya mengundang klien-klien untuk menjembatani antara mining engineer dengan seismologis.
Tujuan utama diadakan acara ini adalah untuk menghubungkan ilmu geofisika dan ilmu pertambangan.
“Kami selaku provider perusahaan yang menyediakan jasa seismologi, kita menggunakan bahasa yang simpel dan mudah dimengerti kepada teman-teman dari non seismologis,” ujarnya.
Karena ada kalanya bahasa geofisika dan bahasa pertambangan cukup berbeda meskipun memiliki rumpun keilmuan yang sama sehingga perlu dibuat semacam jembatan kokoh untuk mempererat hubungan dan komunikasi antara kedua ilmu pengetahuan tersebut.
“Jadi kita membuat analisa geofisika dan menyajikannya dengan bahasa bahasa mining atau geotechnical enginner. Sehingga dengan data yang kami berikan, teman teman bisa lebih mudah untuk mengambil keputusan dalam menentukan arah produksi mereka atau keselamatan tambang,” ungkap Septian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ESG-Solutions-Hadirkan-Teknologi-Terbaru-Pemantau-Gempabumi.jpg)