Berita Badung
Insiden Kebakaran Moana Fish Eatery di Canggu: Refleksi Pentingnya Infrastruktur yang Aman
Tragedi kebakaran yang terjadi di Moana Fish Eatery, sebuah restoran di Canggu, mengungkapkan kebutuhan infrastruktur keamanan yang lebih baik.
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Tragedi kebakaran yang terjadi di Moana Fish Eatery, sebuah restoran yang terletak di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, pada Sabtu pagi, mengungkapkan kebutuhan mendesak akan pengelolaan dan peningkatan infrastruktur keamanan yang lebih baik di area pemukiman dan bisnis.
Api, yang diduga berasal dari korsleting listrik, telah menghancurkan sebagian besar restoran tersebut dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Putu Aditya Setiawan, seorang karyawan di restoran tersebut, mendeskripsikan bagaimana api cepat menyebar karena letak kabel listrik yang sangat dekat dengan atap restoran yang terbuat dari alang-alang, sebuah material yang sangat mudah terbakar.
"Kabelnya itu di bawah (atap) alang-alang. Makanya cepat (terbakar dan menjalar)," jelas Aditya ketika ditemui di lokasi.
Kejadian ini pertama kali ditemukan oleh staf restoran pada sekitar pukul 07.30 WITA, yang langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, termasuk ember dan selang.
Meskipun demikian, api baru dapat dikendalikan setelah Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung mengerahkan delapan unit mobil pemadam yang tiba beberapa menit kemudian.
Sementara itu, staf restoran berjuang keras untuk menyelamatkan peralatan dan barang-barang yang masih bisa digunakan.
"Evakuasi barang-barang yang masih bisa dipakai. Mau dibawa ke gudang. Rencana mau direnovasi," ungkap Aditya.
Baca juga: Restoran Moana Fish Eatery Canggu Bali Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Kerugian Rp 500 Juta Lebih
Baca juga: Moana Fish Eatery Canggu Bali Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan, terutama dalam pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik.
Prof Putu Rumawan Salain, seorang ahli tata ruang dari Universitas Udayana, menekankan pentingnya adanya akses mudah bagi kendaraan pemadam kebakaran dan ketersediaan hydrant air di setiap jalan sebagai prasyarat utama dalam perencanaan tata kota.
"Karena tidak semua ada sungai dan sumur. Itu persyaratan suatu kota ideal harus ada hydrant," jelas Prof Rumawan.
Lebih lanjut, Prof Rumawan menyampaikan beberapa rekomendasi pencegahan kebakaran yang harus diterapkan, khususnya dalam hal pemasangan stop kontak. Beliau mengingatkan bahwa penggunaan multiple-outlet strip harus dibatasi untuk mencegah risiko korsleting dan kebakaran.
“Jika memasang colokan T satu, untuk tiga saja sudah maksimum. Jangan sudah masang T pasang T lagi, apalagi telepon dalam keadaan on bermasalah lagi," tegas Prof Rumawan.
Kebakaran di Moana Fish Eatery juga membawa perhatian terhadap pentingnya jarak sempadan antar bangunan untuk memudahkan penanganan jika terjadi insiden.
“Artinya sempadan rumah satu dan lainnya sudah diatur. Jika terjadi konslet atau terbakar tidak seluruh rumah terbakar. Paling satu yang bisa fokus ditangani," tambah Prof Rumawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Situasi-pascakebakaran-di-Moana-Fish-Eatery-Canggu-Bali.jpg)