Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

PASCA Penebasan di Gianyar, Dinas Sosial Pastikan Buat Rumah Singgah ODGJ Kriminal

Di mana mereka benar-benar akan membuat rumah singgah, untuk menampung ODGJ yang memiliki catatan kriminal.

Tribunnews
Ilustrasi ODGJ - Dinas Sosial (Dinsos) Gianyar, Bali, tidak tutup mata terkait orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) brutal, yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Gianyar. Di mana mereka benar-benar akan membuat rumah singgah, untuk menampung ODGJ yang memiliki catatan kriminal. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Sosial (Dinsos) Gianyar, Bali, tidak tutup mata terkait orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) brutal, yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Gianyar.

Di mana mereka benar-benar akan membuat rumah singgah, untuk menampung ODGJ yang memiliki catatan kriminal.

Berdasarkan catatan Tribun Bali, kasus ODGJ kriminal cukup banyak di Kabupaten Gianyar.

Dua di antaranya adalah I Wayan Agus Arnawa alias Kolok (27) asal Desa Kerta, Payangan.

Dia memiliki catatan kriminal menghabisi nyawa dua orang terdekatnya. Yakni nenek dan ibu tirinya.

Baca juga: PELAKU Penebasan Warga Blahbatuh Gianyar, Ternyata Selama Ini Memang Sudah Meresahkan!

Baca juga: 7 Fakta Penebasan Pria di Gianyar Bali: Ketut Suastika Luka Serius di Kepala, Pelaku Diduga ODGJ

Pelaku pembunuhan ibu tiri di Payangan, Gianyar, Bali, I Wayan Agus Arnawa alias Kolok (25)
Pelaku pembunuhan ibu tiri di Payangan, Gianyar, Bali, I Wayan Agus Arnawa alias Kolok (25) (Istimewa)

Lalu ada I Wayan Gede Widintara (39) asal Banjar Tojan Tegal, Desa Pering, Blahbatuh yang pada Kamis 16 Mei 2024 menebas warga banjarnya hingga harus mendapatkan penanganan intensif rumah sakit.

ODGJ demikian biasanya kebal hukum. Hal ini lah yang membuat masyarakat sekitarnya resah.

Sebab, meskipun telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Ketika dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumahnya, sewaktu-waktu kejiwaannya bisa kembali terguncang, hingga terjadi hal yang diinginkan.

Kepala Dinas Sosial Gianyar, Anak Agung Gde Putrawan, Jumat 17 Mei 2024 mengatakan bahwa pemerintah memahami situasi tersebut. Karena itu, dipastikan segera akan membuat rumah singgah untuk ODGJ kriminal.

Sebenarnya, kata dia, rencana tersebut sudah ada sejak dulu. Namun karena suatu alasan, sampai saat ini belum bisa direalisasikan.

"Rencana ada sekarang tempat baru kita dapatkan di Antugan, tapi masih perlu perbaikan, karena tempat sebelumnya dipinjam oleh UPT Dinas Pendidikan. Mudah-mudahan tahun 2025 bisa dianggarkan," ujar Agung Putrawan singkat, karena dalam kondisi sakit. 

TKP Penebasan di Banjar Tojan Tegal, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Kamis 16 Mei 2024.
TKP Penebasan di Banjar Tojan Tegal, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Kamis 16 Mei 2024. (Wayan Eri Gunarta/Tribun Bali)

Suastika Tiba-tiba Ditebas Saat Menyapu

 I Ketut Suastika harus dilarikan ke RSU Kasih Ibu Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Kamis 16 Mei 2024 pagi. Pria 59 tahun asal Banjar Tojan Tegal, Desa Pering, Blahbatuh, itu ditebas oleh Wayan Gede Widintara (39) yang sama-sama berasal dari Banjar Tojan Tegal.

Korban mengalami luka di kepala dan jempol kaki, sehingga harus dijahit dan diperban. Polsek Blahbatuh masih mendalami kasus ini. Sementara korban dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi dihimpun Tribun Bali, sebelum peristiwa terjadi, korban tengah menyapu di depan warungnya sekitar pukul 05.00 Wita untuk persiapan buka warung.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved