Tragedi di Jembatan Bangkung
3 Kasus Ulah Pati yang Pernah Terjadi Jembatan Tukad Bangkung Pelaga Badung Bali
3 Kasus Ulah Pati yang Pernah Terjadi Jembatan Tukad Bangkung Pelaga Badung Bali
TRIBUN-BALI.COM - Kisah tragis di Jembatan Tukad bangkung menggemparkan warga sekitar pada 25 Mei 2024.
Yang mana, kakak beradik ditemukan mengakhiri hidup dengan cara meloncat sembari berpelukan.
Jembatan Tukad Bangkung adalah sebuah jembatan yang terletak di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.
Dinamakan Jembatan Tukad Bangkung sebab lokasi jembatan tersebut terletak di atas tukad (sungai) Bangkung.
Melansir dari Tribun Bali, pembangunan jembatan ini dimulai tahun 2001 dan diresmikan pada 19 Desember 2006.
Jembatan ini diketahui menghubungkan tiga kabupaten, masing-masing Badung, Bangli, dan Buleleng.
Jembatan Bangkung pun terkenal karena menjadi jembatan terpanjang di Bali dan diklaim sebagai tertinggi di Asia.
Baca juga: 5 Fakta Tragedi Kakak Beradik Akhiri Hidup di Jembatan Bangkung: Yatim Piatu dari Kelurga Tak Mampu
Jembatan itu berteknologi balanced cantilever, dengan perkiraan usia pakai selama 100 tahun.
Dengan alasan supaya tidak mengurangi pemandangan di sekitarnya, jembatan itu tidak dibangun dengan atap di atasnya.
Konstruksi jembatan itu diperkirakan tahan terhadap gempa hingga 7 skala Richter.
Diketahui, pembangunan jembatan ini menggantikan jembatan lama yang letaknya berada 500 meter di arah selatan Jembatan Tukad Bangkung.
Diperlukan dana Rp 49 miliar lebih untuk membangun jembatan itu.
Dana itu berasal murni dari APBD Provinsi Bali, dengan sistem multiyears sejak tahun 2001 lalu.
Pembangunan jembatan itu sekaligus memangkas jarak di jembatan lama sepanjang 6 kilometer.
Jembatan Tukad Bangkung mempunyai panjang 360 meter, lebar 9,6 meter, dengan pilar tertinggi mencapai 71,14 meter, dan fondasi pilar 41 meter di bawah tanah.
Baca juga: SOSOK Ketut S Sehari-hari Kerja di Bengkel, Jadi Tulang Punggung Keluarga Sejak Orang Tua Meninggal
Kasus Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung
Beberapa kasus ulah pati (mengakhiri hidup) pernah terjadi di jembatan ini.
Salah satunya adalah anggota TNI yang baru berdinas di Singaraja, Nyoman T (22) yang ditemukan menggantung dirinya di Jembatan Tukad Bangkung menggunakan tali rafia, pada Sabtu 4 Desember 2021 lalu.
Laki-laki berjaket parasut itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bawah Jembatan Bangkung.
Sontak, arus lalulintas di sekitar jalan tersebut sempat tersendat mengingat banyak warga yang ingin melihat kejadian itu.
Informasi yang dihimpun, aparat kepolisian dari Polsek Petang langsung turun dan melakukan evakuasi.
Laki-laki yang diduga akhiri hidup itu diduga sempat berolahraga di areal jembatan.
Hal itu terlihat dari pakaian yang digunakan, lengkap dengan sepatu hitam, jaket hitam dan topi warna hijau.
Selain itu, Ni Luh M (44) pada 27 Juli 2018 juga mengakhiri hidup dengan cara melompat dari atas Jembatan Tukad Bangkung.
Ni Luh M pergi dari rumah dengan alasan ingin membeli nasi campur di sekitar pasar Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Setelah beberapa jam ditunggu, ternyata Ni Luh Mayani tak kunjung pulang.
Hingga akhirnya suami almarhum, Gede Suardana menyuruh anak pertamanya bernama Gede Agus Perdana untuk mencari keberadaan sang ibu.
Sempat dicari oleh anaknya ke kebun hingga ke pasar namun ia tak juga ditemukan.
Hingga akhirnya keluarga mendapatkan informasi dari Facebook bahwa ada perempuan mengakhiri hidup di Jembatan Tukad Bangkung yang ternyata adalah keluarganya.
Sementara anak pertama korban, Gede Agus Perdana mengaku jika sang ibu sejatinya tidak memiliki masalah dengan keluarga.
Terbaru, kakak beradik mengakhiri hidup di Jembatan Tukad Bangkung pada 25 Mei 2024.
Warga digemparkan oleh penemuan jasad dua laki-laki di bawah Jembatan Bangkung pada Minggu, 25 Mei 2024.
Kedua korban tersebut diduga adalah kakak beradik yang melakukan bunuh diri dengan melompat dari jembatan.
Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 06.00 WITA.
Menurut informasi yang diperoleh dari Polsek Petang, identitas salah satu korban diketahui sebagai Ketut S (23), warga Banjar Dinas Rendetin, Kubutambahan, Singaraja.
Sedangkan identitas adiknya yang diperkirakan berumur 4 atau 5 tahun diketahui sebagai Putu Y
Jenazah keduanya pun telah dibawa pulang dan dikuburkan pada 27 Mei 2024 sekitar pukul 03.00 WITA..
Insiden ini menarik perhatian warga Desa Pelaga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Tukad Bangkung.
Banyak yang berhenti untuk melihat ke bawah jembatan, di mana proses evakuasi berlangsung hingga malam hari.
Aparat kepolisian menghadapi kesulitan dalam proses evakuasi karena lokasi jatuhnya korban yang sulit dijangkau.

Korban yang diduga merupakan yatim piatu, menambah kesedihan atas kejadian ini.
Tragedi ini menambah daftar panjang kasus ulah pati yang terjadi di wilayah Bali, mengingatkan kita akan pentingnya perhatian dan dukungan terhadap kesehatan mental, terutama bagi mereka yang berada dalam situasi sulit.
Langkah Pemerintah
Diketahui Pemkab Badung telah melakukan pemeliharaan terhadap pagang jembatan ini pada tahun 2020 lalu.
Melansir dari Tribun Bali, pembatas Jembatan Tukad Bangkung diperbaiki pada 19 November 2020.
Beberapa pembatas trails yang ada di bagian besi pembatas jembatan turut diperbaiki.
Perbaikan dilakukan dengan cara menggunakan mesin las dengan mengganti pembatas trails dan kini menggunakan besi hollow.
Tidak hanya dilakukan penggantian pembatas jembatan, namun juga dilakukan pengecatan pada bagian beberapa areal jembatan.
Pekerja mulai melakukan pemotongan dan pencabutan pembatas jembatan yang lama, dan akan diganti dengan yang baru.
Selain itu pula cat pembatas yang semula berwarna coklat, di cat ulang berwarna hitam.
Dengan adanya kasus ulah pati yang kembali terjadi, diharapkan ada respon dari pemerintah terkait antisipasi terhadap kejadian serupa yang mungkin kembali terjadi.
Disclaimer:
Berita atau artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasakan tanda-tanda depresi dan memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Anda juga bisa simak hotline https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.