Berita Gianyar
TEMBUS 2.300 Kasus DBD di Gianyar & 2 Meninggal, Dinkes Harus Buat Program Vaksinasi Demam Berdarah
Kepala Dinkes Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni mengatakan, 2.300 kasus DBD itu terjadi sejak Januari sampai Mei tahun 2024.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi - Kepala Dinkes Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni mengatakan, 2.300 kasus DBD itu terjadi sejak Januari sampai Mei tahun 2024. Ia mengatakan, dua pasien yang meninggal dunia satunya masuk rumah sakit saat sudah kritis dan satunya lagi punya penyakit penyerta.
Namun ia menyadari persoalan ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah, tetapi harus dilakukan bersama masyarakat dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.
Karena itu, pihaknya pun telah mengusulkan agar Pemkab Gianyar berkoordinasi dengan desa dinas dan desa adat, agar menugaskan satu rumah satu Jumantik.
"Kami usulkan agar Jumantik ada di setiap rumah yang ditugaskan oleh desa. Kami libatkan desa adat dan dinas. Di samping sosialisasi tetap dilakukan oleh dinas," ujarnya. (weg)
Berita Terkait: #Berita Gianyar
| Alokasikan Rp 200 M di 2026, Kualitas Jalan Kabupaten Gianyar, 80 Persen Lebih dalam Kondisi Mantap! |
|
|---|
| POLSEK Blahbatuh 'Pindah Sementara”, Pelayanan Diarahkan ke Desa Keramas! |
|
|---|
| SERING Dikeluhkan, Pemkab Gianyar Klaim Kualitas Jalan Ungguli Daerah Lain, 80 Persen Kondisi Mantap |
|
|---|
| KRONOLOGI Dugaan Kisah Terlarang Anak Agung RM dan Nyoman di Gianyar, Berakhir Meninggal Tak Wajar |
|
|---|
| Cok Asmara Apresiasi Penataan Kabel Semrawut, Ubud Lebih Estetik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi_db_DBD_demam-berdarah_pasien_nyamuk_nyamuk-db_opname_dwis.jpg)