Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

UMKM Dilatih Olah Produk Memanfaatkan Potensi Unggulan Bangli

Produk olahan tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Bangli. Pelatihan ini digelar di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu

ISTIMEWA
Kadis Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Bangli, saat monitoring pelatihan pembuatan cookies kopi Kintamani. Selasa (4/6/2024) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Bangli, menggelar pelatihan untuk para UMKM.

Mereka diajarkan mengolah berbagai produk unggulan di Kabupaten Bangli, mulai dari telur, kopi, hingga jeruk.

Produk olahan tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Bangli. Pelatihan ini digelar di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Bangli.

Pesertanya melibatkan UMKM Bangli sebanyak 30 orang. Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Bangli, Ni Ketut Wardani mengungkapkan, dalam pelatihan ini pihaknya tidak hanya melibatkan peserta yang memiliki usaha di bidang pembuatan kue.

Namun juga melibatkan pelaku UMKM di bidang lain. Seperti penganyam bambu hingga perak.

Baca juga: LEDAKAN Terdengar di Jalan Kertapura Denpasar! Kebakaran Diduga karena Korsleting Listrik

Baca juga: WARGA Linglung, Pemudi Asal Denpasar Ceburkan Diri ke Sungai di Sukawati, Begini Kronologinya!

Kadis Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Bangli, saat monitoring pelatihan pembuatan cookies kopi Kintamani. Selasa (4/6/2024)
Kadis Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Bangli, saat monitoring pelatihan pembuatan cookies kopi Kintamani. Selasa (4/6/2024) (ISTIMEWA)

 

"Kami tidak membatasi pesertanya, misal harus mereka yang memiliki usaha di bidang pembuatan kue saja. Tidak. Justru kami mencari pelaku UMKM di bidang lain, dengan harapan agar mereka memiliki usaha tambahan lain," tegasnya Selasa (4/6/2024).

Wardani mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari pertama, peserta pelatihan diberi pemahaman secara teori.

Mulai dari mencari peluang pasar melalui kecerdasan buatan, pemahaman terkait bahan baku, hingga sertifikasi halal.

"Narasumbernya dari berbagai instansi. Salah satunya dari Kementerian Agama Bangli," ungkapnya.

Sedangkan pada hari kedua, lanjutnya, para peserta memulai praktik. Ada beragam produk yang diajarkan.

Mulai dari pembuatan pia dan cookies dari ubi jalar, pai labu, pembuatan cookies kopi Kintamani, hingga pembuatan selai jeruk Kintamani.

"Produk-produk olahan ini kami upayakan bisa menjadi oleh-oleh khas dari Kabupaten Bangli. Dan Gedung PLUT ini menjadi wadah pusat oleh-olehnya," ujar dia.

Lanjut Wardani, pelatihan di Gedung PLUT Bangli ini merupakan yang ketiga kalinya, terhitung sejak awal bulan Januari 2024.

Sebelumnya pihak dia sudah menggelar pelatihan digitalisasi bagi UMKM dan pelatihan packaging dengan masing-masing peserta sebanyak 35 orang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved