Berita Nasional
Satu Keluarga Operator Judi Online, Omzet Tembus Puluhan Miliar, Digerebek Polisi Dari Patroli Siber
Mereka mempekerjakan 18 admin. Selama dua tahun beroperasi, sindikat judi online ini bisa meraup omzet hingga puluhan miliar rupiah.
TRIBUN-BALI.COM - Satu keluarga berjumlah lima orang, yang tinggal di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat digerebek oleh Polda Metro Jaya karena mengelola judi online.
Mereka mempekerjakan 18 admin. Selama dua tahun beroperasi, sindikat judi online ini bisa meraup omzet hingga puluhan miliar rupiah.
"Penyelenggaraan jual beli chip tersebut, sejak tahun 2022 sampai dengan ditangkap, diperkirakan memiliki omzet puluhan miliar," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Kamis (6/6/2024).
Meski begitu, Wira tak merinci secara pasti angka keuntungan yang didapat oleh sindikat judi online ini. "Untuk terkait masalah keuntungan tentunya nanti akan kami lakukan pendalaman lebih lanjut, karena kita harus membuka rekening mereka," ucapnya.
"Ini kalau antar lintas tahun ini harus melakukan melalui mekanisme perizinan yang cukup ketat di perbankan ya," sambungnya.
Baca juga: OMBAK Besar Porak-Poranda Ladang Penggaraman di Kusamba, Gelombang Tinggi Juga di Badung & Jembrana!
Baca juga: TERBESAR di Dunia, Airbus A380 Layani 382 Ribu Penumpang, Setahun Beroperasi di Bandara Ngurah Rai
Namun, dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan, uang hasil kejahatan itu digunakan pengelola judi online untuk membeli kripto.
"Hasil jual beli chip tersebut ditransfer ke berbagai rekening untuk dibelikan kripto. Saat ini rekening-rekening bank yang digunakan untuk mendukung operasional daripada penyelenggaraan judi online tersebut berupa rekening bank, e-wallet dan akun kripto yang digunakan oleh para penyelenggara maupun admin untuk melakukan aktivitas jual-beli chip saat ini telah dilakukan pemblokiran oleh tim penyidik Subdit Jatanras polda Metro Jaya," jelasnya.
Sindikat judi online tersebut dikelola oleh satu keluarga dengan menangkap 23 orang. Satu keluarga tersebut berjumlah lima orang yakni berinisial EA (48), AL (48), NA (23), AT (22), dan IL (44) dan 18 orang lainnya yang merupakan admin dari sindikat judi online ini yang ditangkap di 4 lokasi di kawasan Bogor, Jawa Barat pada 30 Mei 2024 lalu.
"5 orang pengelola yang mana usianya ini bervariatif, mereka ini adalah satu keluarga dari bapak ibu dan anak," kata Kombes Wira Satya Triputra.
Wira mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihak kepolisian melakukan patroli siber. Saat itu ditemukan aplikasi permainan yang terindikasi sebagai judi online dengan nama Royal Domino.
"Di dalam aplikasi Royal Domino terdapat permainan judi antara lain domino, duofu, duocai, slot, kartu, memancing dan aplikasi permainan lainnya yang dapat dimainkan dengan menggunakan chip sebagai alat untuk taruhannya," ujarnya.
Wira mengatakan adapun modus pengelola judi online ini membeli chip yang merupakan syarat untuk bermain judi. Nantinya, chip tersebut mereka jual kepada para pemain judi online tersebut yang nantinya bisa dijual kembali kepada para tersangka.
"Yang mana dari hasil kegiatan yang telah dilakukan semenjak Tahun 2022 sampai kemarin dilakukan upaya penangkapan, para tersangka ini diperkirakan telah menjual chip tersebut mencapai angka sekitar ataupun diperkirakan 80 miliar," ucapnya.
Adapun Wira mengatakan untuk mendapatkan 1 miliar chip taruhan, para pemain judi membeli dengan harga Rp 65.000. "Apabila pemain tersebut memiliki 1 miliar chip akan dihargai dengan uang sebesar Rp 60.000. Jadi disini terdapat selisih keuntungan yang diperoleh oleh para pengelola ini adalah sebesar Rp 5.000," jelasnya.
Meski begitu, Wira belum bisa memastikan berapa keuntungan yang sudah didapat oleh sindikat ini. "Adapun pengelola ini memiliki tanggung jawab yaitu menyediakan kantor ataupun tempat menyiapkan peralatan menyiapkan sarana dan prasarana merekrut dan melakukan pelatihan serta memberikan gaji terhadap para admin," kata Wira.
| ASTAGA! Polisi Diduga Rudapaksa Remaja Perempuan di Jambi, Hotman Paris Turun Tangan |
|
|---|
| Pedagang Pasar Tradisional Tertekan Biaya Plastik, Ngadiran: Masyarakat Belum Terbiasa |
|
|---|
| Tak Sedikit Warga Bekerja Sampingan Demi Bertahan Hidup, Literasi Keuangan Masih Kisaran 66 Persen |
|
|---|
| Enggan Tanggapi Komentar Tajam ke Menpar, Wamen Ni Luh Puspa: Tanya ke Ibu Menteri Saja |
|
|---|
| OJK Sambut Positif Klasifikasi FTSE Russell dan Tegaskan Komitmen Integritas Pasar Modal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dokumen-Penting-yang-Harus-Dilengkapi-untuk-Ajukan-KUR-BRI-2023.jpg)