Hujan Deras di Bali

Masyarakat Harapkan Bantuan Alat Berat Untuk Evakuasi Material Pohon Tumbang Di Tembuku Bangli

Menurut Bhabinsa Desa Peninjoan, I Made Suarnika, butuh waktu lama untuk membersihkan seluruh material pohon, lantaran besarnya ukuran pohon.

istimewa
Putus - akses jalan dari Banjar Bengang menuju Banjar Payuk, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku yang terputus akibat pohon tumbang - Masyarakat Harapkan Bantuan Alat Berat Untuk Evakuasi Material Pohon Tumbang Di Tembuku Bangli 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Musibah pohon tumbang di Banjar Bengang, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bali menimpa satu rumah warga bernama Nyoman Suparta pada Sabtu 8 Juni 2024.

Tak hanya itu, material pohon yang sangat besar juga menutup akses jalan masyarakat.

Pantauan di sekitar, sehari pasca pohon tumbang, masyarakat Banjar Bengang bersama personel BPBD dan Damkar Bangli masih berjibaku melakukan evakuasi material pohon.

Menurut Bhabinsa Desa Peninjoan, I Made Suarnika, butuh waktu lama untuk membersihkan seluruh material pohon, lantaran besarnya ukuran pohon.

Baca juga: CUACA BURUK di Klungkung Sebabkan 6 Bencana, Pohon Tumbang Mendominasi, Tanah Longsor di Bukit Abah

Terlebih jika upaya evakuasi hanya dilakukan secara manual menggunakan gergaji mesin.

"Kami butuh alat berat agar pembersihan material pohon bisa dilakukan dengan cepat," katanya, Minggu 9 Juni 2024.

Tak hanya menimpa rumah Nyoman Suparta, pohon tumbang ini juga memutus akses Banjar Bengang menuju Banjar Payuk, Desa Peninjoan.

Menurut Penyarikan Desa Adat Bengang, Putu Suyasa akses jalan ini diakui sangatlah vital.

Sebab menjadi jalur utama bagi siswa-siswi untuk berangkat ke sekolah.

"Jalur ke timur itu ada dua sekolah, yakni SDN 6 Peninjoan dan SMPN 2 Tembuku. Banyak anak-anak di sini yang sekolah di tempat tersebut," ucapnya.

Diakui Suyasa, memang ada jalur lain untuk menuju ke sekolah itu, yakni dengan melewati Banjar Tabunan wilayah Desa Undisan.

Hanya saja akses menuju sekolah diakui lebih jauh, karena jaraknya sekitar 3,5 kilometer.

"Itu jalanannya memutar. Kalau dari jalur ke timur ini, jaraknya hanya 1 kilometer," ujarnya.

Tak hanya kerap dimanfaatkan bagi anak sekolah.

Akses jalan ini juga sering dimanfaatkan banyak warga dari Banjar Payuk untuk menuju ke Tembuku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved