Berita Bangli

Selamat Jalan Mangku Tedja, Penekun Ilmu Pengleakan itu Meninggal di Usia 111 Tahun di Bangli Bali

Selamat Jalan Mangku Tedja, Penekun Ilmu Pengleakan itu Meninggal di Usia 111 Tahun di Bangli Bali

|
ISTIMEWA
Persiapan prosesi palebon Mangku Tedja. Minggu (9/6/2024). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jero Mangku Tedja Kandel, sosok penekun spiritual Bali asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (6/6/2024).

Sesuai rencana, upacara pelebon jenazah Mangku Tedja akan dilangsungkan pada hari Senin (10/6/2024).

Salah satu cucu Mangku Tedja, Bayu Kadel Arbawa mengungkapkan upacara pelebon Mangku Tedja dimulai pukul 09.00 wita.

Baca juga: KRONOLOGI Bule Rampas Truk di Kerobokan, Terobos Tol Bali Mandara dan Masuk Bandara Ngurah Rai

Sedangkan prosesi pemandian jenazah dimulai pukul 12.00 wita, dan selanjutnya dibawa ke setra adat Bangbang.

"Pada sorenya akan dilanjut prosesi nganyut di pantai," ungkapnya saat dikonfirmasi Minggu (9/6/2024).

Lanjut Bayu, upacara pelebon akan dipuput oleh sulinggih Ida Empu Pinandita saking Geriya Kerobokan.

Baca juga: Perbekel Termuda di Buleleng Ditangkap Polisi di Tepi Jalan Seririt, Ini Kronologi Lengkapnya

"Kebetulan Ida Empu, bisa dibilang merupakan salah satu mantan murid pekak Mangku Tedja yang sekarang sudah mediksa menjadi Ida Empu. Jadi beliau yang ingin menghaturkan upacara untuk persembahan ke gurunya," ucap dia. 

Lebih lanjut dikatakan, saat ini berbagai persiapan prosesi pelebon sudah dilakukan.

Kata Bayu, pihak keluarga mengambil prosesi pelebon sederhana sesuai adat istiadat di Desa Bangbang.

"Jadi semua upakara sudah diambil alih oleh keluarga dan Banjar, termasuk bade-nya. Pekak Mangku menggunakan Bade yang kecil, bukan Bade pelebon bertumpang," jelasnya. 

Diketahui, Mangku Tedja meninggal pada usia 111 tahun.

Almarhum Mangku Tedja meninggalkan seorang anak, seorang menantu, 4 orang cucu dan 10 orang cicit. 

Kata Bayu, sekitar sepekan sebelumnya, Mangku Tedja tiba-tiba sakit stroke, hingga harus dilarikan ke IGD RSUD Bangli.

"Sebelumnya kondisi fisik pekak Mangku memang sudah melemah. Kurang lebih sejak 10 tahun lalu, penglihatan pekak sudah mulai rabun, dan berjalan pun pekak sudah harus menggunakan tongkat. Tetapi untuk beraktivitas sehari-hari masih biasa. Selayaknya orang lingsir," ujarnya. 

Mangku Tedja dirawat di RSUD Bangli selama enam hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved