Berita Nasional
Sejarah Sistem Khilafah dan Latar Belakang Berdirinya NKRI dari Perspektif Sejarah
Sejarah Sistem Khilafah dan Latar Belakang Berdirinya NKRI dari Perspektif Sejarah
TRIBUN-BALI.COM - Banyak kalangan di tanah air terutama saudara-saudara kita yang berpandangan bahwa khilafah sistem pemerintahan merupakan sistem yang akan memberikan keadilan dan kemakmuran bersama.
Tidak terkecuali jika diterapkan di Indonesia, mereka berkeyakinan akan memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Khilafah sendiri adalah sebuah gerakan keagamaan yang dipahami sebagai konsep tentang kenegaraan yang berdasarkan syariat Islam dan pemimpinnya disebut khalifah.
Baca juga: Daftar 7 Korban Tewas Tragedi Kebakaran Gudang Elpiji di Bali, Owner Angkat Bicara & Syok Berat
Namun harus diingat, bahwa Negara Indonesia memiliki keragaman latar belakang agama.
Satu hal yang penting pula bahwa telah disepakati bersama bahwa konstitusi kita adalah UUD 1945 dan Pancasila oleh pendiri bangsa.
Mendirikan negara khilafah menjadi sesuatu yang tidak realistis dan tidak mungkin dilakukan di Indonesia.
Baca juga: Cara Mengatasi Lupa Username atau Password BRImo Tanpa Harus ke Bank
Karena apa? Bertentangan dengan konstitusi, UUD 1945 dan Pancasila.
Dalam bahasa sederhana, saya bisa disimpulkan bahwa penolakan terhadap paham khilafah merupakan bagian tak terpisahkan dalam upaya menjaga dan merawat seluruh warga negara agar taat konstitusi.
Mengingatkan kembali bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah hasil perjanjian luhur kebangsaan di antara anak bangsa pendiri negara ini. NKRI dibentuk guna mewadahi segenap elemen bangsa yang sangat majemuk dalam hal suku, bahasa, budaya dan agama.
Sebab itu sudah menjadi kewajiban semua elemen bangsa untuk mempertahankan dan memperkuat keutuhan NKRI.
Setiap jalan dan upaya munculnya gerakan - gerakan yang mengancam keutuhan NKRI wajib ditangkal. Sebab akan menimbulkan kerusakan yang besar dan perpecahan umat bagi negara yang Pluralisme seperti Indonesia.
Pada tahun dimana di era sebelum kemerdekaan, seorang Soekarno sudah memikirkan dan memprediksi bahwa sistem khilafah akan dikumandangkan oleh sebagian rakyatnya yang mayoritas beragama Islam, dimana pemikiran Bung Karno sangat visioner dan menjangkau melampaui jaman nya hingga ratusan tahun kedepan.
Dalam “Surat-Surat Islam dari Ende” yang terbit pada tahun 1936, Presiden RI Ir Soekarno pernah menuliskan sebagai berikut; "Islam harus berani mengejar zaman, bukan seratus tahun, tetapi seribu tahun. Islam ketinggalan zaman. Kalau Islam tidak cukup kemampuan buat mengejar seribu tahun itu, niscaya ia akan tetap hina dan mesum. Bukan kembali pada Islam glory yang dulu, bukan kembali pada ‘zaman chalifah’, tetapi lari ke muka, lari mengejar zaman"
| Dirjen KI Tegaskan AI Tanpa Sentuhan Manusia Tak Berhak Klaim Hak Cipta |
|
|---|
| Harga Plastik Naik Berdampak Harga Barang di Pasar, Reynaldi: Kesadaran Masyarakat Jadi Tantangan |
|
|---|
| TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian PBB Di Lebanon, Sempat Bertugas Di Kesdam IX/Udayana |
|
|---|
| Prajurit TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian Lebanon, Serka Anumerta Tinggalkan Putri Berusia 7 Bulan |
|
|---|
| Tanggapi Putusan Bebas Amsal Sitepu, Parta: Ekonomi Kreatif Miliki Karakter Berbeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Agus-Widjajanto-new-2.jpg)