Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Sejarah Sistem Khilafah dan Latar Belakang Berdirinya NKRI dari Perspektif Sejarah

Sejarah Sistem Khilafah dan Latar Belakang Berdirinya NKRI dari Perspektif Sejarah

istimewa
Agus Widjajanto 

Dalam sejarah khalifah sendiri pernah terjadi sejarah kelam, dimana dalam sejarah dikenal dengan peristiwa Karbala yang diperingati oleh umat Islam baik Sunni maupun Syi'ah dengan nama hari Asyura yakni terbunuhnya Sayidina Husain cucu dari Rosullullah, yang dibunuh di kota Karbala karena konflik politik, yang oleh orang Jawa karena perbedaan bahasa dan lidah menyebut bulan "Suro" yang tepat diperingati tanggal 10 Muharom sejak Mataram Islam jaman Raja Sultan Agung Hanyokro Kusumo hingga saat ini di era kemerdekaan oleh orang Jawa, sebagai bulan suci karena peringatan sejarah kelam dari peristiwa politik tersebut dalam perbuatan kekuasaan dalam khilafah sebagai Khalifah saat itu oleh Bani Muawiyah yaitu Yazid bin Muawiyah yang oleh pemikir intelektual muda NU dan sekaligus Direktur Eksekutif Jaringan Moderat (JMI ) Gus Islah Bahrawi, menyebut dalam ceramahnya , sebelum. Peristiwa Karbala telah terjadi pembantaian di Kota Madinah sebelah Timur terhadap kaum Huroh, oleh Khalifah Yazid Muawiyah, yang mengakibatkan ratusan sahabat nabi terbunuh saat itu.

Ini adalah sejarah kelam khlifah di jazirah Arab sendiri, dimana khalifah terakhir di dunia ini setelah runtuhnya sistem khilafah Usmaniyah Turki pada tahun 1926 dengan Khalifah nya Sultan Mehmet VI Vahideddin (Turki Ottoman) lalu bagaimana kita mau kembali kepada masa lalu yg dianggap lebih baik untuk masa kini?

Sementara di jazirah Arab sendiri sudah tidak ada lagi sistem khilafah dalam pemerintahan di negara negara arab, baik Turki, Mesir, Irak, Iran, Arab Saudi dan lain lain, yang lebih berorientasi kepada sistem Moderat.

Negara kita dibentuk dan didirikan oleh para Pendiri bangsa (Founding Father) sebagai hasil perenungan, pemikiran dan kerja keras yang mengakomodir dan mengadopsi dari nilai nilai budaya leluhur bangsa kita, dalam membentuk suatu sistem pemerintahan yang berdaulat, yang diilhami oleh kitab Kakawin Negara Kertagama, sistem pemerintahan Desa Adat dari Versi Mr Soepomo, dan Pancasila dari pemikiran Soekarno, maka oleh sebab itu mengapa negara kita berslogan Bhineka Tunggal Ika?

Yang artinya walaupun berbeda beda baik agama, suku, budaya, bahasa tapi tetap satu dalam ke Indonesiaan, dan Tan Hana Dharma Mangrwa yang makna artinya tiada Pengabdian yang abadi kecuali kepada Tuhan Yang Esa, sebagai Diversitas (keragaman) dimana tiada Kebenaran yang mendua, kebenaran Ke-Esaan Tuhan yang satu, walau berbeda dalam penyebutan, oleh saudara kita yang Moeslim menyebut Allah, yang Kristiani menyebut Tuhan Yesus, yang Hindu Menyebut Sang Hyang Widi Wasa, yang Budha menyebut Sidarta Gauthama, yang aliran kepercayaan menyebut Gusti Kang moho Agung, yang semuanya berlaku sebagai Rohmattan Lil Alamin.

Semoga bisa menjadi pencerah bagi segenap anak bangsa .

 

Penulis Agus Widjajanto 

Praktisi hukum, pemerhati sosial politik, budaya dan sejarah bangsa

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved