Bisnis
GAS Elpiji 3 Kg Tak Lagi Bebas Dibeli, Pemerintah Rencana Terapkan Tahun 2027!
Hal ini berbeda dengan skema subsidi berbasis barang yang diterapkan sekarang. Sehingga gas elpiji 3 kg yang bersubsidi bisa dibeli secara bebas
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah berencana menerapkan perubahan skema penyaluran gas elpiji 3 kilogram (kg) pada 2027. Nantinya, penyaluran elpiji bersubsidi itu akan berbasis orang atau penerima manfaat.
Hal ini berbeda dengan skema subsidi berbasis barang yang diterapkan sekarang. Sehingga gas elpiji 3 kg yang bersubsidi bisa dibeli secara bebas oleh berbagai kalangan.
"Perubahan mekanisme subsidi elpiji tabung 3 kg menjadi berbasis orang atau penerima manfaat akan diterapkan pada tahun 2027," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (19/6).
Arifin menuturkan, pemerintah terus melakukan transformasi dalam penyaluran elpiji 3 kg yang tepat sasaran melalui beberapa tahapan. Tahap pertama dilakukan dengan penerbitan Kepmen No 37.K/MG.01/MAM.M tahun 2023 tentang petunjuk teknis pendistribusian isi ulang LPG tertentu tepat sasaran.
Selain itu penerbitan Keputusan Dirjen Migas No 99.K/MG.05/DGM/2023 tentang penahapan wilayah dan waktu pelaksanaan pendistribusian isi ulang LPG tertentu tempat sasaran. Sejalan dengan penerbitan aturan baru, mulai 1 Januari 2024 diterapkan pembelian elpiji3 kg di subpenyalur hanya dapat dilakukan oleh pengguna yang telah terdata di sistem Pertamina.
"Pengguna yang belum terdata wajib mendaftar di subpenyalur sebelum bertransaksi," kata Arifin.
Adapun proses pendataan dan pencocokan data pengguna elpiji 3 kg ke dalam sistem dimulai sejak 1 Maret 2024. Ini untuk memperkuat akurasi dan ketepatan dalam program subsidi energi tepat sasaran.
Baca juga: Wujudkan Rumah Ramah Lingkungan dengan Kemudahan dari KPR BRI Green Financing
Baca juga: KASUS Penipuan & Penggelapan Uang Arisan Ratusan Juta, Inisial YPG Jadi Tersangka Ditahan Polresta!
Selanjutnya mulai 1 Juni 2024, seluruh pencatatan transaksi di subpenyalur dilakukan melalui MAP (Merchant Apps Pertamina), kecuali untuk 689 subpenyalur di daerah yang terkendala sinyal internet.
Arifin mengatakan, transformasi tahap kedua untuk penyaluran elpiji 3 kg yang menyasar penerima subsidi akan diterapkan setelah terbitnya regulasi yang mengatur kriteria pengguna. Saat ini, revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2007 sedang menunggu persetujuan izin prakarsa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Apabila revisi peraturan presiden tersebut ditetapkan pada kuartal IV-2024, maka persasaran pengguna elpiji dapat diimplementasikan pada tahun 2025 dan tahun selanjutnya," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Pertamina Patra Niaga melakukan pendataan pengguna elpiji 3 kg untuk mendukung transformasi subsidi elpiji 3 kg tepat sasaran. Untuk meningkatkan layanan pendataan dan integrasi data, mulai 1 Juni 2024, pangkalan elpiji beralih dari pencatatan logbook manual ke logbook digital melalui aplikasi berbasis website yang dinamakan merchant apps pangkalan (MAP) yang merupakan inovasi dari Pertamina Patra Niaga.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, pencatatan transaksi elpiji 3 kg secara digital melalui MAP mulai 1 Juni 2024. Bagi yang belum daftar, dipersilakan membawa KTP saat membeli elpiji 3 kg di pangkalan agar terdata. Bagi yang sudah daftar, dapat membeli seperti biasa dengan menunjukkan KTP.
Melalui MAP ini, kata Irto, siapa saja dan berapa konsumsi elpiji 3 kg per pengguna per bulan dapat dilihat lebih jelas, sehingga subsidi penyaluran elpiji 3 kg lebih dapat di dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. Pangkalan mayoritas mengakses logbook manual ini melalui HP masing-masing.
Irto menegaskan, Pertamina Patra Niaga terus membuka pendaftaran pengguna elpiji 3 kg di pangkalan. Konsumen cukup membawa KTP agar dicatat oleh pangkalan melalui MAP Pertamina.
"Pendaftar sudah mencapai 44,8 juta per Mei dan masih terus kita buka. Pendataan ini dilaksanakan dalam rangka subsidi tepat, agar subsidi pemerintah jelas siapa-siapa pengguna atau yang menikmatinya," kata Irto dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Pada tahun 2024, pemerintah menetapkan kuota elpiji 3 kg sebesar 8,03 juta metrik ton dan hingga April 2024 realisasi telah mencapai 2,69 juta metrik ton secara nasional. (kontan)
BRI Finance Genjot Transformasi Bisnis |
![]() |
---|
OKUPANSI Mal di Kisaran 75Persen, Bisnis Pusat Perbelanjaan Moderat, Dampak Masuknya Investasi Asing |
![]() |
---|
PUTUS Rantai Kemiskinan, BPJS Ketenagakerjaan Banuspa dan Pemrov Papua Selatan Teken MoU Jamsostek! |
![]() |
---|
HARGA Beras Tembus Rp15.500 Per Kg, Zulhas Sebut Terus Alami Kenaikan |
![]() |
---|
Pengembangan AI di 9 Kota Termasuk Bali, Begini Cara Telkom Melakukannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.