Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Isi Waktu Libur, Belajar Seni Lukis Kontemporer di Museum Pasifika Bersama Seniman Ternama Bali

Isi Waktu Libur Sekolah, Puluhan Pelajar Belajar Seni Lukis Kontemporer di Museum Pasifika Bersama Seniman Ternama Bali

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Adrian
Puluhan pelajar mengikuti workshop seni lukis di Museum Pasifika, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Sabtu 22 Juni 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Puluhan anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mengisi hari libur dengan belajar seni lukis kontemporer bersama seniman lukis asal Bali, Ni Nyoman Sani bersama influencer yang juga seniman Bill Mohdor.

Anak-anak pelajar diajak untuk tetap produktif mengisi waktu dengan pengalaman baru mengikuti museum tour di Museum Pasifika Nusa Dua pada Sabtu 22 Juni 2024, kemudian workshop painting dan menuliskan harapan mereka di dinding Wall of Hope dan sharing session sore harinya.  

Dalam workshop painting tersebut anak-anak diajarkan melukis dengan medium botol plastik kemasan minuman, kemudian diajarkan membuat karya seni dengan serbuk marmer atau serbuk kayu dengan terlebih dahulu memberikan teknis membuat dasar dan tekstur.

Hal ini sebagai bagian dari edukasi pengembangan seni lukis modern yang dikembangkan hingga sekarang menjadi seni kontemporer yang tidak terbatas dengan waktu, tidak terbatas dengan medium apa saja  yang diaplikasikan di atas objek. 

Seperti sebuah lukisan miniatur alam terdapat cahaya matahari berdiri di bawah sinar matahari mendapatkan bayangan yang terus berubah arah.

"Ini lebih pada mengarahkan mereka mempergunakan medium yang lain selain kanvas jadi ada penggunaan botol di sini sudah tidak terpaki digunakn untuk celengan dari botol plastik, selain itu juga mengurangi sampah plastik," kata NI Nyoman Sani saat dijumpai Tribun Bali

Baca juga: Profil Made Wianta, Seniman Bali yang Karyanya Dikoleksi Museum der Kulturen Basel, Swiss

"Jadi mereka saya ajarkan menggunakan teknik konvensional, warna akrilik di atas permukaan botol langsung tanpa air," imbuhnya. 

Dari sisi edukasi inilah, anak-anak mendapat serapan warna baru cat, mencampur warna dengan sangat teliti menjadi pengalaman baru untuk melukis di medium botol. 

"Masih usia seperti ini masih belum terkontaminasi terlalu banyak hal, mudah menerka hal-hal baru, sama mereka juga bisa mempengaruhi teman lain di sekolah atau di rumah ikut menjadikan barang tidak memiliki nilai guna menjadi berguna," tuturnya.

"Sampah botol plastik ini potensi berlimpah, jadi selain didaur ulang juga bisa menjadi karya seni," sambung seniman pemenang UOB Painting of The Year tersebut. 

Pada kesempatan yang sama, Influencer Seni, Bill Mohdor yang kerap membedah sebuah karya lukis ini mengungkapkan bahwa kolaborasi antara UOB dengan seniman ini memberikan impact yang luar biasa bagi anak-anak dari sisi edukasi. 

"Anak-anak kecil melihat karya maestro Indonesia melihat seniman, bersentuhan melihat karya luar biasa melihat hal yang menginspirasi mereka dalam belajar, dengan tema Recycle to a brighter future anak-anak diedukasi tentang sustainabililty, environment melihat sesuatu yang berbeda, sampah menjadi media yang bisa digunakan untuk karya seni," bebernya.

Pengalaman ini menjadi hal yang baru bagi siswi SD Negeri 8 Benoa, Meita Natania, yang menggambar lukisan bunga di atas botol plastik, ia mengaku akan menggunakan hasil karyanya ini untuk dipakai celengan.

"Diajak teman ikut ini, seru melukis ini, ini nanti dibuat celengan buat belajar menabung, sekolah lagi libur dari Sabtu lalu, sampai 12 Juli nanti jadi ikut ini untuk mengisi waktu libur," tuturnya.

"Ini bermanfaat bagi biar tidak buang botol sembarangan di tempat tempat, jadi bisa tahu untuk apa sampah bisa jadi celengan ini," imbuh siswi kelas 5 SD ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved