Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Kampung Sayyidan dalam Sejarah Perang Diponegoro dan Peran Kaum Ba'alawi Menurut Sejarawan

Kampung Sayyidan dalam Sejarah Perang Diponegoro dan Peran Kaum Ba'alawi Menurut Sejarawan

Istimewa
Agus Widjajanto 

Ujung-ujungnya juga demi kepentingan politik dan ekonomi mereka juga, yang hanya demi duniawi.

Ada seorang ulama besar yakni Habib Ali Al jufri, yang sangat terkenal dengan perkataannya, yaitu, jangan bicara soal agama jikalau kalian belum mengenal arti dan makna kemanusiaan.

Artinya menempatkan Islam sebagai Agama Rohmatan Lil Alamina dan tidak jumawa, dimana menempatkan diri kita sebagai sosok yang memberikan tauladan kasih sayang secara universal terhadap siapapun secara nilai - nilai kemanusian.

Para ulama, para pendeta, para ahli agama saat ini hanya disibukan dengan pertengkaran soal dalil - dalil siapa yang paling benar, bahkan aku yang paling benar, orang lain salah dan hal ini akan selama-nya menempatkan Tuhan sebagai obyek sengketa.

Kalau masih belum saling menyadari satu sama lain bahwa kita semua adalah Hamba Tuhan, kita beragama karena dilahirkan oleh warisan ibu bapak kita, maka sangat disayangkan di dunia barat orang sudah mampu ke luar angkasa kita masih disibukan dengan politik dan masalah dalil dan keyakinan yang sempit tadi.

Sebenarnya ilmu pengetahuan di dalam dunia Islam sangat luar biasa tapi kita tidak pernah mengakses dan memperdalam serta mempelajarinya. Karena kita selalu sibuk dengan hal-hal yang kerdil.

Rektor pertama Universitas Zaitunah di Tunisia, yakni Syech Muhamnad Thahir bin Nasir, menulis soal teori terjadinyaya alam semesta berdasarkan dari dalil Al Quran. Beliau menyatakan bahwa alam semesta ini tercipta akibat terjadinya ledakan dan gesekan antara petir dengan air yang menimbulkan elektro magnit yang sangat besar lalu tercipta gelombang eletromagnit dan perlahan tercipta alam semesta ini.

Teori ini sama dengan yang ditemukan oleh para ilmuwan barat yang meneliti soal awal terjadinya alam semesta ini, akibat hukum fisika. (Sumber : Gus Islah Bahrawi tokoh pemikir muda NU).

Apakah ada para ulama dan tokoh agama yang berfokus mengajarkan kepada muridnya perihal ini? Saya kira sangat jarang kalaupun ada.

Jangan sekali kali melupakan sejarah bangsa ini, dimana para pahlawan kusuma bangsa telah mengorbankan jiwa raga dan harta demi menjaga martabat sebagai sebuah Bangsa, yang bernama Indonesia, yang pernah mengalami tragedi berdarah tahun 1948 dan 1965 dalam peristiwa pemberontakan dan harus menjadi pembelajaran kita agar selalu waspada.
Ini tanah air kita, tumpah darah dan ibu pertiwi kita sejak lahir hingga mati nanti yang harus kita cintai, yang dulu diperjuangkan oleh leluhur keluhur kita dan generasi sebelumnya. Dan harus kita pertahankan karena ini rumah kita. (*)

 

Penulis: Agus Widjajanto

Praktisi hukum, pemerhati sosial budaya hukum dan sejarah bangsa

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved