MotoGP
Ingin Mandiri di Repsol Honda, Luca Marini Enggan Saat Hadapi Sang Kakak Rossi, Keluar VR46
Luca Marini, adik dari Valentino Rossi, membuka lembaran baru dalam kariernya dengan keputusan berani meninggalkan tim VR46 dan bergabung dengan Honda
Penulis: I Made Wira Adnyana Prasetya | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
TRIBUN-BALI.COM – Luca Marini, adik dari Valentino Rossi, membuka lembaran baru dalam kariernya dengan keputusan berani meninggalkan tim VR46 untuk bergabung dengan Repsol Honda sebagai pembalap pabrikan musim ini.
Langkah ini membawa perubahan besar dalam hidupnya, terutama tanpa kehadiran legenda MotoGP, Rossi, di sudutnya.
Di awal perjalanan dengan Honda, Marini mengakui betapa rumitnya menerima nasihat dari Rossi.
"Pada awalnya agak rumit karena dia pemilik, bos dari tim," ungkap Marini.
"Tapi sekarang kami berbicara satu sama lain, kami saling berkirim pesan."
Marini juga merasa perlu lebih fokus pada perasaannya sendiri dan bekerja sama dengan tim barunya mengingat situasi Honda yang cukup menantang.
"Dari luar, situasi dengan Honda sedikit rumit jadi saya lebih fokus pada perasaan saya, dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tim saya," tambahnya.
Menghadapi tekanan dan ekspektasi sebagai saudara dari Rossi, Marini mengakui bahwa perbandingan dengan sang GOAT adalah sebuah kekalahan bagi para pembalap lainnya.
"Vale adalah yang terbaik dalam olahraga ini. Menjadi saudaranya adalah hal yang luar biasa! Dia orang yang baik," kata Marini.
Musim ini merupakan musim keempatnya di kelas premier, setelah mencapai posisi terbaik dalam kejuaraan tahun lalu di peringkat kedelapan.
Namun, kehidupan di Honda terbukti sulit bagi Marini, menggantikan Marc Marquez yang keluar karena motor yang tidak kompetitif.
Baca juga: Sejarah Balapan MotoGP Epik di Aragon 2014, Duel Sengit Lorenzo vs Marquez Pedrosa, Rossi Kecelakaan
Baca juga: Bezzecchi Akan Pindah ke Aprilia 2025, Alami Performa Roller Coaster Selama di VR46 Jadi Alasan?
Rekan setim barunya, Joan Mir, mengalami banyak kecelakaan dengan Honda tahun lalu, bahkan sempat mempertimbangkan pensiun.
Ironisnya, Marini butuh hingga putaran kesembilan tahun ini untuk meraih poin pertamanya sebagai pembalap Honda.
Poin itu pun didapatkan karena penalti tekanan ban bagi Augusto Fernandez yang finis di depan Marini di Sachsenring.
Marini lebih sering terlihat di bagian belakang rombongan musim ini.
Meski begitu, dia bersumpah untuk tetap bertahan jangka panjang hingga pabrikan yang pernah berjaya ini kembali ke puncak olahraga.
"Ya, kami berkembang pesat. Banyak hal berubah," tegasnya.
Dia merasa proyek ini memberinya motivasi besar dan tekad untuk menang bersama Honda.
"Tapi ya, saya ingin menjadi bagian dari proses ini. Proyek ini, bagi saya, sangat hebat. Itu memberi saya banyak motivasi. Saya ingin menang bersama Honda. Sampai saat ini, saya ingin berada di sini," tutup Marini dengan penuh keyakinan.
(*)
ITDC Mulai Lakukan Persiapan Untuk MotoGP Mandalika 2025, Akan Hadirkan Sesuatu yang Baru |
![]() |
---|
Franco Morbidelli Gabung Bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team Untuk MotoGP 2025 |
![]() |
---|
Minggu Ini Jadwal Balapan Utama MotoGP Inggris, Prediksi Jadi Kemenangan Beruntun ke 5 Bagi Bagnaia |
![]() |
---|
Marquez Tidak Pernah Sekalipun Kalah dari Rekan Satu Timnya, Apakah Berlaku Dengan Bagnaia di 2025? |
![]() |
---|
Klarifikasi Nicolo Bulega saat Disrempet Marc Marquez di Tikungan Terakhir Gelaran World Ducati Week |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.