Piala Presiden 2024

Gugur di Piala Presiden 2024, Bali United Harus Jaga Gengsi dan Harga Diri Hadapi Persija Jakarta

Gugur di Piala Presiden 2024, Bali United Harus Jaga Gengsi dan Harga Diri Hadapi Persija Jakarta

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Dicky Setiawan
Para pemain Persija jakarta berebut bola dengan para pemain Bali united dalam laga pembuka Liga 1 2022/2023 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Sabtu 23 Juli 2022 - Gugur di Piala Presiden 2024, Bali United Harus Jaga Gengsi dan Harga Diri Hadapi Persija Jakarta 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanpa didampingi sang Pelatih Kepala Stefano Cugurra, Bali United bakal mengarungi laga terakhir di ajang Piala Presiden 2024 menghadapi Persija Jakarta

Laga Bali United menghadapi Persija Jakarta tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Jumat 26 Juli 2024 pukul 20.30 WITA. 

Pertandingan ini tak lagi berarti bagi tim tuan rumah, sebab Serdadu Tridatu sudah dipastikan tak mampu lolos ke babak semifinal dan menjadi tim juru kunci setelah menelan dua kekalahan beruntun atas Arema FC dan Madura United.

Sebaliknya, tim rival, Macan Kemayoran berambisi mengejar kemenangan karena masih berebut tiket semifinal dengan Arema FC dan Madura United di Grup B.

Bahkan tercatat sejak era BRI Liga 1 2023/2024, tujuh pertandingan terakhir tidak pernah dimenangkan Bali United

Kini, tanpa didampingi Teco, dari pinggir lapangan Coach Gede Mahatma Darma yang menjadi Asisten Teco saat ini menggantikan peran Stefano Keltjes dalam laga esok. 

 

Bali United tampil all out dan tanpa beban demi menjaga gengsi dan harga diri sekaligus menunjukkan kepada Suporter jika permainan mereka sudah mulai meningkat. 

"Sekarang sudah ada evaluasi dari Coach Teco. Waktunya sangat mepet untuk bisa memperbaiki tim," ujar Coach Dede dalam sesi pre match press conference.

Baca juga: Bali United vs Madura United: Coach Teco Kena Kartu Kuning, Widodo C Putro: Pramusim Seperti Final

Coach Dede menyebut bakal melakukan rotasi setelah dua kekalahan ditelan dengan memberikan kesempatan pemain lain yang belum tampil untuk memanaskan 'mesin' mereka

"Kami berikan pemain lain kesempatan agar kami bisa melihat Dan menilai siapa yang lebih siap bermain di Liga 1 nanti," ujarnya. 

Kata Coach Dede, chemistry antara pemain lama dengan pemain baru masih perlu dibangun.

"Untuk pembentukan tim musim ini juga ada beberapa pemain baru yang bergabung. Kami rasa Masih perlu waktu untuk mendapatkan chemistry di pertahanan maupun di area midfielder," kata dia.

"Jadi ini masih menjadi kendala untuk kami sehingga tidak mendapatkan hasil maksimal dalam Dua pertandingan sebelumnya," sambungnya. 

Di sisi lain Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena optimis dengan fighting spirit Witan Sulaeman cs setelah memetik 4 poin dari dua laga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved