Bisnis

HARGA Cabai Tembus Rp100 Ribu Sekilo, untuk Stabilkan Harga Pemkab Gianyar Gelar Pasar Murah

Dalam menstabilkan harga dan pasokan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Gianyar pun, menggelar gerakan pasar murah (GPM).

ISTIMEWA
Gerakan Pasar Murah oleh Pemkab Gianyar di Alun-alun Gianyar, Bali, Jumat 26 Juli 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak beberapa hari ini, sejumlah harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan signifikan.

Seperti cabai yang bisa menyentuh harga Rp100 ribu perkilo. Diduga kenaikan harga-harga kebutuhan primer tersebut, akibat faktor cuaca ekstrem dan besarnya permintaan karena kebutuhan upacara keagamaan, seperti ngaben.

Dalam menstabilkan harga dan pasokan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Gianyar pun, menggelar gerakan pasar murah (GPM), Jumat 26 Juli 2024. Kegiatan ini digelar di alun-alun Gianyar supaya diketahui oleh masyarakat umum. 

Pj Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa mengatakan, GPM ini merupakan gerakan dengan tujuan  menstabilkan pasokan dan harga pangan serta menjaga inflasi tetap stabil dalam menyambut HUT Badan Pangan Nasional yang ke-3 tanggal 29 Juli 2024. 


Kepala DKPKP Gianyar, I Gusti Ayu Dewi Hariani menjelaskan, kegiatan ini memang dicanangkan oleh pusat untuk dilaksakan di daerah-daerah termasuk Gianyar, guna menstabilkan pasokan dan harga pangan serta menjaga inflasi.

Baca juga: BANJAR Tiga di Susut Disambangi Polres Bangli Saat Jumat Curhat, Dengarkan Keluh Kesah Warga

Baca juga: TEWAS di Atas Kapal di Pelabuhan Padangbai, Penumpang Ini Dikira Tertidur, Simak Beritanya!

Gerakan Pasar Murah oleh Pemkab Gianyar di Alun-alun Gianyar, Bali, Jumat 26 Juli 2024.
Gerakan Pasar Murah oleh Pemkab Gianyar di Alun-alun Gianyar, Bali, Jumat 26 Juli 2024. (ISTIMEWA)

 


Kata dia, di pertengahan tahun ini harga sudah mulai naik, seperti beras. Kenaikan beras terjadi karena di bulan ini merupakan musim tanam.

Dalam menyiasati agar harga beras tidak tinggi, kata dia, Pemkab Gianyar sudah bekerjasama dengan Perum Bulog untuk memberikan harga di bawah harga pasaran. “Jika harga murah kan inflasi tetap stabil,” ujarnya.


Dalam kegiatan ini, ada sebanyak  21 pedagang yang ikut dalam pelaksanaan GPM. Di antaranya Perum Bulog, PT Perusahaan Pedagang Indonesia, Prima Food, Puspa Aman Tulikup dan kelompok binaan yang memang bekerjasama dengan Pemkab Gianyar


Adapun barang-barang yang dijajakan di antaranya beras, minyak, buah-buahan, telur, sayur-sayuran, tempe, tahu, dan juga produk olahan seperti cendol, jajanan Bali, sate dan lain sebagainya.


Selain dapat menstabilkan harga, Hariani meyakini pelaksanaan GPM ini bisa mendidik masyarakat untuk berjualan tanpa perlu melalui pihak kedua.


“Ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, bisa dibilang harga yang dijajakan oleh pedagang di sini lebih murah dari pada di pasaran,” terangnya. (*)
 
 
 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved