Berita Denpasar
Beras hingga Daging Ayam Rentan Penyumbang Inflasi di Denpasar Bali
Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana mengatakan, ada beberapa komoditi yang rentan terhadap inflasi di Denpasar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada bulan Juli 2024 ini, inflasi di Kota Denpasar tercatat 3,04 persen.
Inflasi Denpasar pada Juli ini lebih tinggi jika dilihat dari rata-rata nasional.
Termasuk juga dibandingkan dengan inflasi Provinsi Bali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Denpasar, tercatat inflasi secara nasional tercatat 2,13 persen dan inflasi di Provinsi Bali tercatat 2,53 persen yoy.
Baca juga: IMPOR Beras Melonjak 165,27 Persen, BPS Catat Sebut Paling Banyak dari Thailand!
Sedangkan tingkat inflasi Kota Denpasar month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Juli 2024 masing-masing sebesar 0,16 persen dan 1,87 persen.
Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana mengatakan, ada beberapa komoditi yang rentan terhadap inflasi di Denpasar.
Komoditi yang rentan terhadap inflasi tersebut yakni cabai rawit, beras dan daging ayam ras.
“Untuk cabai rawit yang sempat menyentuh Rp 80.000 per kilogram dan sudah dilakukan operasi pasar dengan memberikan subsidi pada beberapa pedagang di Pasar Badung dan Pasar Kreneng,” kata Putra Sarjana.
Terhadap komoditi lainnya, Sarjana mengaku juga akan operasi pasar dan pasar murah yang bekerja sama dengan instansi terkait lainnya.
Selain itu, pihaknya mengaku juga akan melakukan pengecekan pasokan beras.
“Untuk beras, kami akan melakukan pengecekan ke Gudang Bulog,” katanya.
Sementara itu, menurut data BPS, inflasi di Denpasar terjadi karena naiknya harga komoditas-komoditas amatan yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran.
Di antaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,19 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,17 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,44 persen.
Selanjutnya kelompok transportasi sebesar 3,77 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mengendalikan-inflasi-beberapa-waktu-lalu-Beras-hingga-Daging-Ayam-Rentan-Penyumbang.jpg)