Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Denpasar Dorong Pertumbuhan Petani Milenial, Gunakan Peralatan Modern hingga Usaha Jasa Pertanian

Bayu Brahmasta mengatakan diperlukan strategi dengan memperlihatkan ke kaum milenial jika bertani tidak harus berkotor-kotoran

Tribun Bali/Putu Supartika
Kadis Pertanian Kota Denpasar, AA Bayu Brahmasta - Denpasar Dorong Pertumbuhan Petani Milenial, Gunakan Peralatan Modern hingga Usaha Jasa Pertanian 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pertanian Kota Denpasar terus mendorong lahirnya petani milenial di Kota Denpasar, Bali.

Hal ini dilakukan agar generasi bertani di Denpasar, Bali, tidak putus sekaligus menekan alih fungsi lahan.

Beberapa upaya pun ditempuh untuk menarik kaum milenial agar tertarik dengan dunia pertanian seperti sekolah lapangan, penggunaan alat pertanian modern, hingga pembentukan usaha jasa pertanian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kadis Pertanian Kota Denpasar, AA Bayu Brahmasta.

Baca juga: Rayakan HUT RI, Petani di Desa Penarungan Badung Lakukan Upacara Bendera di Tengah Sawah

Bayu Brahmasta mengatakan diperlukan strategi dengan memperlihatkan ke kaum milenial jika bertani tidak harus berkotor-kotoran dan juga tidak harus bekerja berat.

Apalagi dengan adanya berbagai teknologi yang semakin mempermudah pekerjaan bertani.

“Salah satu strategi kami dengan bantuan alat-alat pertanian yang cukup efisiensi, misalnya alat penanaman otomatis. Kami ajarkan juga bahwa bertani tidak susah, tidak harus kerja keras, tapi kerja smart,” katanya.

Pihaknya juga saat ini menggalakkan sekolah lapangan untuk pertanian khususnya hortikultura cabai dan bawang.

“Ada petani yang kita latih, kemudian mereka melatih rekannya. Langsung praktik bukan cuma teori,” katanya. 

Lewat sekolah lapangan yang terbuka untuk umum ini juga diberikan pengetahuan pemanfaatan lahan sempit untuk bertani.

Juga dibentuk usaha jasa pertanian, di mana operatornya adalah generasi muda dengan pendapatan yang lumayan menjanjikan.

“Kami akan gerakkan, dari usaha jasa pertanian ini banyak generasi muda yang berperan. Misal kita bantu juga alat penanaman otomatis. Yang biasanya biaya tinggi, dengan alat ini bisa dioperasikan hanya satu dua orang,” paparnya.

“Banyak teknologi bisa digunakan, ada yang menggunakan HP. Yang penting kenali dulu sistem pertanian, masalah alat bantunya mudah dan banyak,” katanya.

Selain itu, Pemkot Denpasar memberikan beasiswa bagi anak petani hingga kuliah.

Di mana beasiswa ini diberikan kepada anak petani yang meninggal dunia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved