bisnis

Jumlah Bakau Produktif di Tahura Ngurah Rai Bali Terus Ditingkatkan TNI AD Bersama Pihak Swasta

Pihak Kodim 1611/Badung dalam kolaborasinya dengan QNET perusahaan direct selling dan LPMD Denpasar menunaikan kegiatan tersebut. 

ISTIMEWA
Penanaman pohon bakau menggunakan kano. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jumlah bakau produktif di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali terus ditingkatkan TNI Angkatan Darat bersama stakeholder dari pihak swasta. 

Hal ini sebagai bagian pembinaan lingkungan hidup bersatu dengan alam untuk Indonesia hijau dan bina lingkungan hidup tahun 2024 dengan melaksanakan kegiatan penanaman pohon Mangrove jenis Ryzovora Mucronata.

Pihak Kodim 1611/Badung dalam kolaborasinya dengan QNET perusahaan direct selling dan LPMD Denpasar menunaikan kegiatan tersebut. 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1611/Badung Letkol Czi Aditya Triwirawan yang mewakili Dandim 1611/Badung, Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan.

Baca juga: Buka HMA 2024 di Bali, Wamenkes: Kesempatan Berbagi Solusi Masalah Kesehatan

Baca juga: RESMI Daftar di KPU, Paket Sandi di Tabanan Akan Lanjutkan Program yang Belum Terealisasi

Penanaman pohon bakau ini diikuti sekitar 100 oran di Balai kelompok Nelayan Batu Lumbang Areal Hutan Mangrove Ngurah Rai Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, sejak beberapa hari lalu. 

Kegiatan diawali penanaman secara simbolis oleh Kasdim 1611/Badung, General Manager QNET Indonesia, Kepala Dusun Banjar Glogor Carik dan Ketua LPMD Kota Denpasar di lanjutkan dengan penanaman secara serentak oleh anggota di sepanjang aliran sungai menuju laut dengan menggunakan Kano.

Kasdim 1611/Badung, Letkol Czi Aditya Triwirawan menyampaikan, bahwa mangrove atau bakau menjadi habitat penting bagi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

"Dari sisi ekonomi, mangrove menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghasilkan buah atau biji untuk dibuat berbagai macam makanan atau minuman," kata Letkol Czi Aditya dijumpai Tribun Bali, pada Kamis 29 Agustus 2024.

Lanjutnya, kata dia, keberadaan hutan mangrove berpotensi sangat besar untuk dikembangkan menjadi wisata alam, seperti halnya taman hutan raya Ngurah Rai dan taman hutan mangrove di Desa Pemogan.

"Kita satukan visi serta menjalankan misi perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan mangrove, demi menjaga kelestarian lingkungan khususnya hutan bakau dan menjaga hutan mangrove sehat laut sejahtera," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama General Manager QNET Indonesia, Ganang Rindarko, menjelaskan, bahwa kegiatan ini sudah lakukan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Kata dia, kegiatan penanaman bakau ini adalah salah satu upaya dalam merawat alam terutama Hutan Manggrove sehingga dapat mewujidkan Bali yang hijau maupun Indonesia Hijau.

"Sudah 3 tahun ini kami sudah menanam dan merawat bakau di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, dan selalu Bersama Kodim Badung Bali maupun Pokmas Batu Lumbang," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved