Berita Gianyar
Dinas PUPR Gianyar Kaji Kelayakan Gedung Pasar Ubud Pasca Terbakar
Sampai saat ini, para pedagang masih berjualan di pelataran atau di halaman depan gedung bekas terbakar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, Bali telah diturunkan untuk melakukan kajian terhadap gedung Pasar Tematik Ubud yang terbakar belum lama ini.
Namun hasil dari kajian tersebut belum diumumkan ke publik.
Sampai saat ini, para pedagang masih berjualan di pelataran atau di halaman depan gedung bekas terbakar.
Baca juga: Ditanya Sosok Pelapor Nyoman Sukena di Kasus Landak Jawa di PN Denpasar, Klemeng Bersuara
Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Dewa Alit Mudiarta, Rabu 11 September 2024 mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil penyelidikan kepolisian terkait penyebab kebakaran.
"Belum kami terima hasil dari kepolisian. Namun pasar yang sempat menimbulkan bau angit sudah kami bersihkan," ujarnya.
Baca juga: Ayahanda Nyoman Sukena Beberkan Fakta Landak Jawa di Bongkasa, Pantaskah Putranya Diadili?
Terkait nasib pedagang, Alit Mudiarta mengatakan, mereka masih ditempatkan di pelataran. Soal apakah gedung kebakaran ini nantinya layak ditempati, Alit Mudiarta mengatakan hal tersebut masih dikaji oleh Dinas PUPR Gianyar. "Tim PU sudah turun melakukan kajian kelayakan bangunan. Karena itu, pedagang masih berjualan di pelataran pasar," ujarnya.
Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana berharap hasil investigasi dari kepolisian segera turun. "Sepanjang saya tahu, begitu peristiwa terjadi, yang paling awal (dilakukan) adalah investigasi. Kalau belum keluar hasilnya, maka harus menjadi skala prioritas (supaya pasar segera ditindaklanjuti)," ujarnya.
Namun sebelum hasil investigasi tersebut turun, politikus PDIP asal Sukawati itu meminta agar Dinas PUPR Gianyar juga melakukan kajian, baik kajian dari segi ketahanan struktur bangunan maupun kajian anggaran jika memang harus dilakukan perbaikan.
"Kalau dana renovasinya tak terlalu besar, mungkin bisa dianggarkan di APBD Perubahan 2024. Tapi kalau butuh anggaran besar sehingga membutuhkan tender, itu harus menggunakan anggaran APBD Induk 2025. Tapi kita juga akan tanyakan ke OPD terkait, apakah diasuransikan atau tidak," tandasnya.
Ketut Sudarsana mengatakan dirinya sangat prihatin terhadap kejadian ini. Sebab kebakaran tersebut terjadi saat Pasar Tematik Ubud belum lama diresmikan. "Saya sangat prihatin dengan kebakaran ini. Pasar baru, yang dibangun dengan anggaran besar. Sejauh ini, kami belum melihat adanya human eror, tapi kita liat beberapa alat tidak berfungsi. Apakah ini musibah atau human eror. Karena itu, begitu hasil investigasi keluar, kami tentu akan memanggil OPD terkait untuk langkah ke depannya," tandasnya. (*)
| 80,8 Persen Warga Puas Hasil Kerja Bupati, Survei BRIDA dan LPPM Unud Berpatok Sembilan Indikator |
|
|---|
| SURVEI Mahayastra: Meski Sering Dikritik, 80,8 Persen Warga Gianyar Puas Hasil Kerja Bupati Gianyar |
|
|---|
| Seniman Bapang Barong Meriahkan HUT Kota Gianyar Bali, Parbawa: Penyatuan Komitmen |
|
|---|
| Jaga Kemurnian Alam Bali, Warga Kanada Ini Lepas Burung Hantu Atasi Hama Tikus |
|
|---|
| Pria Asal NTT Ditangkap di Gianyar Usai Curi Peralatan Proyek Padel di Canggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Selasa-3-September-2024-Penyebab-Kebakaran-Pasar-Ubud-Gianyar.jpg)