Hari Raya Galungan

Jelang Galungan, Dinas Pertanian Denpasar Cek Kesehatan Daging Babi di 26 Pasar

Untuk memastikan kesehatan daging babi yang dijual di pasaran jelang Galungan, Dinas Pertanian Denpasar menerjunkan tim pemeriksa ke pasar-pasar.

Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi babi - Jelang Galungan, Dinas Pertanian Denpasar Cek Kesehatan Daging Babi di 26 Pasar 

Jelang Galungan, Dinas Pertanian Denpasar Cek Kesehatan Daging Babi di 26 Pasar


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk memastikan kesehatan daging babi yang dijual di pasaran jelang Galungan, Dinas Pertanian Denpasar menerjunkan tim pemeriksa ke pasar-pasar.

Setidaknya ada 26 pasar yang disasar dalam pemeriksaan ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi saat diwawancarai Minggu 21 September 2024.

Baca juga: Politik di Bali Sepekan: Kampanye pada Galungan Diliburkan - Penetapan DPT

Suparmi mengatakan, petugas telah turun secara bertahap ke pasar-pasar ini sejak Jumat, 20 September 2024.

26 pasar yang disasar tak hanya pasar yang dikelola Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar, namun juga pasar yang dikelola desa adat.

"Kami mulai turun di beberapa pasar hari Jumat, 20 September kemarin," kata Suparmi.

Selanjutnya, pada Senin, 23 September 2024, tim akan turun secara bersamaan melakukan pemeriksaan di semua pasar itu.

Baca juga: Makna Hari Penyajaan Galungan 23 September 2024, Umat Hindu Lakukan Hal Ini

Begitu juga pada Selasa, 24 September, petugas juga akan kembali melakukan pengecekan.

Dalam pemeriksaan kesehatan daging babi ini, pihaknya menerjunkan sebanyak 18 petugas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar, Anak Agung Bayu Brahmasta, memastikan untuk stok babi menjelang hari raya Galungan di Denpasar masih mencukupi. 

Baca juga: Hari Raya Galungan Sudah Dekat, Ini Makna Hari Penyekeban yang Akan Berlangsung 2 Hari Lagi

Menurutnya, pemotongan babi jelang Galungan dipastikan akan meningkat 20 persen.

Di mana hari biasa, Rumah Potong Hewan (RPH) hanya memotong 250-300 ekor per hari. 

Peningkatan tersebut terjadi karena pengaruh dari perekonomian masyarakat yang sudah mulai membaik dari sebelumnya. 

"Kami prediksi 20 persen peningkatan pemotongannya. Karena kami lihat perekonomian masyarakat juga sudah mulai membaik jadi banyak yang membeli babi dan melakukan pemotongan khususnya di Rumah Potong Hewan (RPH)," imbuhnya. (*)

 

Berita lainnya di Daging Babi

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved