Berita Klungkung
Festival Nusa Penida Dibuka Ritual Pakelem, Pentas 1.000 Penari di Terik Matahari
Matahari bersinar terik di objek wisata Devil's Tear, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Kamis (10/10). Ribuan penari bersiap tampil.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Matahari bersinar terik di objek wisata Devil's Tear, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Kamis (10/10). Ribuan penari bersiap tampil. Saat dimulai, mereka masuk lapangan dengan anggun.
Nusa Penida Festival ke-7 resmi dibuka Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya. Festival tahun ini mengambil tema "The Essence of Island Life" yang merupakan gambaran konsep pariwisata di Nusa Penida selama ini.
Pembukaan Nusa Penida Festival diawali dengan upacara mulang pakelem yang diiringi dengan Peed Sanganan Pengeluar dari Desa Lembongan dan Tari Rejang Renteng oleh 1000 penari dari Lembongan dan Jungut Batu.
Baca juga: Ikuti Uji Publik Visi Misi Calon Gubernur Bali, De Gadjah Sebut Defisit Bali Bisa Dihapuskan
Baca juga: BOM Berjatuhan Dekat Tempat Kerja, Luh Suarnadi Ngungsi 3 Hari Kisahkan Jadi Saksi Perang Lebanon
Penjabat (Pj) Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika mengatakan, Nusa Penida Festival telah dilaksanakan sejak tahun 2014 yang digelar setiap Oktober. Sempat terjadi tiga tahun karena pandemi Covid-19 pada tahun 2020-2022.
Ia bilang, acara ini digelar untuk kemajuan pariwisata Nusa Penida, mendorong dan menggerakkan perekonomian masyarakat dan mendukung program Kemenparekraf. Acara ini, kata dia, sudah masuk kalender event nasional.
"Patut berbangga Festival Nusa Penida sudah masuk dalam (Kalender Event Nasional) KEN yang sebelumnya sudah melewati seleksi sangat ketat, sehingga menjadi event unggulan nasional melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia," ujarnya.
Pj. Bupati Jendrika juga menambahkan bahwa Nusa Penida Festival ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 10 sampai 12 Oktober 2024 diisi dengan berbagai diantaranya kegiatan, seperti atraksi budaya, konservasi, lomba-lomba, fun trip, musik, pameran kerajinan atau UMKM, dan sebagainya.
Jendrika mengatakan, "The Essence of Island Life" menggambarkan keindahan alam yang damai dan tradisi budaya unik. Mendefinisikan kehidupan di pulau, mencerminkan kesederhanaan, harmoni dengan alam dan rasa kebersamaan yang membuat kehidupan istimewa dan autentik.
Nusa Penida Festival ini digelar dengan tujuan untuk mengenalkan potensi pariwisata sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Dalam festival ini juga dirangkaikan dengan launching Blue Print Nusa Lembongan Road To Digital Island.
"Dengan Festival Nusa Penida ini akan menjadi semangat baru untuk kemajuan pariwisata dan perekonomian di Kabupaten Klungkung khususnya Nusa Penida," demikian harapnya.
Sementara itu, Nia Niscaya mengaku kagum dengan kegiatan festival ini. Di samping mengenalkan potensi keindahan alamnya, juga mempromosikan ciri khas tradisi adat dan budaya lokal.
"Festival ini yang sudah masuk dalam KEN kedepannya harus terus ditingkatkan untuk mempromosikan Nusa Penida sehingga kunjungan wisatawan bisa terus meningkat dan Klungkung semakin maju," ungkap Nia Niscaya. (mit)
| Bertahun-tahun Rusak, Berkali-kali Viral, Jalan Sidemen-Klungkung Tidak Kunjung Diperbaiki |
|
|---|
| Kerap Jadi Jalur Macet di Nusa Penida, Perbaikan Jalan Sampalan-Toyapakeh Telan Anggaran Rp50,6 M |
|
|---|
| Pemkab Klungkung Waspadai Hantavirus, Setiap Faskes Diminta Deteksi Dini |
|
|---|
| HAKI Jangan Hanya Pengakuan Formalitas, Harus Berikan Kesejahteraan Bagi Perajin di Klungkung |
|
|---|
| ADU Mekanik & Mental Ratusan Pendekar Bakti Negara di Gor Swecapura Klungkung! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bsbe-ne-n.jpg)