Berita Bali

Cuaca di Bali Akhir Oktober 2024 Mulai Masuki Musim Hujan, Kabupaten Buleleng Masih Alami Kemarau

Jika mengacu siklus tahunan di bulan Oktober sudah memasuki musim hujan namun sebaliknya masih pada musim kemarau dan suhu terasa lebih panas (gerah).

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Dwi S
Foto musim hujan - Cuaca di Bali Akhir Oktober 2024 Mulai Masuki Musim Hujan, Kabupaten Buleleng Masih Alami Kemarau 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Beberapa hari terakhir di wilayah Bali cuaca yang dirasakan terasa lebih panas dari biasanya.

Jika mengacu siklus tahunan di bulan Oktober sudah memasuki musim hujan namun sebaliknya masih pada musim kemarau dan suhu terasa lebih panas (gerah).

“Cuaca terasa panas (gerah) beberapa hari terakhir di Bali di akibatkan dari posisi semu matahari,” ujar Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Ariantika, Selasa 15 Oktober 2024.

Ia menyampaikan bahwa dimana pada posisi matahari berada di dekat Ekuator, sehingga membuat suhu Udara menjadi relatif lebih terik (panas) terutama pada siang hari. 

“Selain itu tutupan awan di wilayah Bali cenderung sedikit, sehingga panas matahari langsung diterima oleh permukaan,” ungkapnya.

Baca juga: Cuaca di Bali Terasa Lebih Panas Beberapa Hari Terakhir, Kapan Cuaca Kembali Normal? Ini Jawabannya

Disinggung mengenai prediksi kapan wilayah Provinsi Bali memasuki musim hujan, Ariantika mengatakan baru akan terjadi pada akhir bulan ini.

“Kemudian, secara umum sebagian wilayah Bali diprediksi memasuki awal musim hujan pada akhir Oktober hingga November nanti,” imbuhnya.

Namun lain hal untuk wilayah Buleleng saat ini tengah terjadi kemarau yang ekstrem dan baru akan memasuki musim hujan pada awal bulan Desember.

“Secara umum, untuk wilayah Buleleng saat ini masih memasuki musim kemarau, kecuali Buleleng bagian selatan yang sudah mulai turun hujan seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Sementara untuk sebagian besar wilayah Buleleng lainnya diprediksi akan memasuki awal musim hujan pada Desember dasarian I (10 harian),” papar Ariantika.

Pihaknya mewakili BBMKG Wilayah III Denpasar menghimbau untuk menggunakan tabir surya dan mengkonsumsi air putih yang cukup.

“Kami menghimbau kepada masyarakat menggunakan tabir surya (sun screen) atau pelindung diri apabila beraktifitas di luar ruangan dalam menghadapi kondisi suhu yang lebih panas dari biasanya, serta mengonsumsi air mineral yang cukup,” ucapnya.

Masyarakat juga hendaknya mengantisipasi terjadinya perubahan cuaca, serta harus tetap mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir atau angin kencang pada saat peralihan musim.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved